Penusuk Prajurit TNI Hingga Tewas Ternyata Putra Anggota DPRD Bali Dewa Nyoman Rai

Dewa Nyoman Rai (kiri), anggota DPRD Bali. Dewa Komang Derdi Doni, penusuk prajurit TNI Prada Yanuar Setiawan. BNN/IST

Badung/Bali NewsNetwork-Pelaku penusukan prajurit TNI Prada Yanuar Setiawan (20), Dewa Komang Derdi Doni (16)-sebelumnya ditulis Dewa Komang Dedi Antony-ternyata  anak dari salah satu anggota DPRD Bali bernama Dewa Nyoman Rai (DNR), yang juga Sekretaris Komisi I DPRD Bali.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Wayan Latra yang dikonfirmasi menbenarkan informasi tersebut.

“Iya benar pelaku penusuk korban atas nama Dewa Komang Derdi Doni (16) yang memegang pisau dia anak anggota Dewan Provinsi Bali atas nama Dewa Nyoman Rai,” ungkapnya, Minggu (9/7).

Menurutnya, kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok remaja tanggung ini murni menyangkut kasus kenakalan yang pelakunya remaja masih di bawah umur. Apalagi yang menjadi korban adalah anggota TNI.

“Kalau soal anak DPR gak ada hubungannya, karena kasus ini menyangkut pelaku anak di bawah umur, kedua masalah keamanan menyangkut korban adalah TNI,” terangnya.

Karena itu, untuk pelaku anak di bawah umur ditangani P2TP2 untuk pelimpahan proses anak. Sementara untuk pengungkapan, pihaknya yang menyelidikinya hingga dari pukul 05.00 Wita pagi usai menerima laporan hingga sejam kemudian berhasil membekuk para pelaku.

“Kita kembangkan yang lain termasuk saksi kita amankan 11 orang, dan yang terindikasi 5 pelaku yang lainnya kita masih saksi-saksi,” tukasnya seraya memastikan bahwa saat ini para pelaku masih diinterogasi.

Bahkan ke depan, katanya, bisa saja dari pengembangan hasil penyidikan terbalik dimana tersangka bisa jadi saksi dan saksi bisa jadi tersangka. Karena itu kasus tersebut dilimpahkan ke Unit PPA Polresta Denpasar demi keamanan pelaku anak di bawah umur.

Para pelaku terutama pelaku pengeroyokan terancam Pasal 170 KUHP namun karena ada akibat, bisa jadi ditambah menjadi juncto Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan hingga menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun ke atas. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment