Kades Rangalaka Anton Molo Resmi Ditahan Jaksa – Diduga Korupsi Dana Desa

Tersangka Anton Molo. BNN/Dedi Wolo

Ende/Balinewsnetwork.com-Penyidik Kejaksaan Negeri Ende, Jumat, 7 Juli 2017 resmi menahan Kepala Desa Rangalaka Anton Molo (AM) karena menjaid tersangka dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) senilai Rp 324 juta.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Ende Max Mokola  kepada wartawan usia menahan AM mengatakan penyerahan tersangka dilakukan dari jaksa penyidik kepada jaksa penuntut selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk menjalani Proses Persidangan.

Dijelaskan Mokola, penetapan  Kepala Desa Ranggalaka AM sebagai tersangka setelah penyidik telah  memeriksa 14 orang saksi yang semuanya mengarah kepada AM.

Max Mokola, Kasi Pidsus Kejari Ende

Max Mokola, Kasi Pidsus Kejari Ende

“Penyidik menetapkan AM sebagai tersangka tunggal.
Akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian senilai Rp 324 juta. Semuanya di pergunakan oleh tersangka sendiri. Akibatnya, semua pembangunan di Desa Rangalaka yang bersumber dari Dana Desa terhambat, bahkan ada yang tidak selesai dikerjakan,” terang Mokola.
Max Mokola melanjutkan, seharusnya dalam pengelolaan dana desa, ada lembaga lain yang diangkat oleh kepala desa yaitu Tim Pengelola Keuangan Desa (TPKD).

“Tetapi di Desa Rangalaka semua dana desa dikelola oleh kepala desa sendiri,” sebut Max Mokola.

Saat ini tersangka Anton Molo sudah  dititipkan di Lapas Kelas 2 B Ende. “Karena kewenangan jaksa untuk menahan tersangka adalah 20 hari maka d rencanakan pekan depan baru dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang, ” tegas Mokola.

Dalam kasus ini tersangka Anton Molo dikenakan pasal dalam UU Tindak Pidana Korupsi tahun 2010 pasal 2 subsider pasal 3. Dengan ancaman pasal 3 minimal 1 tahun, sedangkan pasal 2 minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. (dedi wolo)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment