Inspektorat dan Saber Pungli Awasi Pengumuman PPDB SMAN/SMKN se-Bali

Dari kiri: Kepala Inspektorat  I Ketut Teneng, Wagub I Ketut Sudikerta dan Kadis PPO TIA Kusuma Wardani. BNN/SID

Denpasar/BaliNewsNetwork-Jelang pengumuman hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Sabtu (1/7) mendatang, Pemprov Bali menurunkan tim pengawas dari Inspektorat dan Tim Saber Pungli ke sejumlah SMAN/SMKN yang tersebar di seluruh Bali.

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta mengatakan, PPDB jenjang SMAN/SMKN kerap menimbulkan sejumlah persoalan yang membutuhkan langkah antisipasi.

Menurutnya, sejumlah titik rawan yang perlu mendapat perhatian lebih serius dalam PPDB tahun ini antara lain proses penerimaan melalui jalur zonasi dan prestasi.

“Zonasi banyak diributkan, saya minta tim pengawas yang nanti turun ke lapangan benar-benar mencermati hal ini agar tidak terjadi penyimpangan,” tandasnya, saat rapat koordinasi pengawasan PPDB SMAN/SMKN yang berlangsung di ruang pertemuan Sabha Mandara Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Kamis (29/6).

Demikian halnya dengan jalur prestasi yang kerap dijadikan celah untuk berbuat curang. Untuk mengantisipasi modus sertifikat prestasi bodong, ia menekankan perlunya proses faktualisasi melalui tes secara langsung.

“Kalau jalur reguler saya rasa aman karena sudah menggunakan aplikasi,” katanya.

Sudikerta mengingatkan pula agar sekolah tak memaksakan untuk mengisi kuota miskin jika memang tak terpenuhi. Ia berharap, proses PPDB tahun ajaran 2017/2018 berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya mengingat saat ini SMAN/SMKN berada di bawah kewenangan Pemprov. Oleh karena itu, Sudikerta berharap agar Organisasi Perangkat Daerah terkait melaksanakan setiap tahapan sesuai dengan aturan dan mekamisne yang berlaku.

“Kalau sampai ada laporan penyimpangan atau kecurangan, itu menjadi tanggung jawab kepala UPT Dinas Pendidikan yang tersebar di kabupaten/kota, tentu ada konskwensinya,” imbuhnya.

Sudikerta juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua agar ikut mengawal proses ini.

“Jangan ada lagi orang tua yang berniat melakukan segala cara agar anaknya dapat diterima di sekolah tertentu, padahal secara faktual tidak memenuhi syarat,” ujarnya, seraya memberi pemahaman bahwa sejatinya kualitas sekolah swasta tak lebih jelek jika dibandingkan sekolah negeri.

Dalam beberapa kasus, imbuh dia, seringkali masyarakatlah yang membuka peluang terjadinya kecurangan dalam proses PPDB. Tak heran jika hasil penelitian Ombudsman RI menyebut bahwa resistensi korupsi dalam dunia pendidikan mencapai 23,5 persen.

Bertolak dari fakta tersebut, Sudikerta meminta masyarakat merubah mindset dan ikut berperan aktif dalam mengawal proses PPDB agar sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku.

“Jangan ada lagi pola-pola transaksional. Saya berharap tak ada ribut-ribut lagi pasca pengumuman pada tanggal 1 Juli nanti,” ujarnya, mengingatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani menyambut positif kegiatan pengawasan serentak yang dilakukan jelang pengumuman hasil seleksi PPDB. Menurut dia, turunnya tim pengawas dari Inspektorat dan Saber Pungli merupakan tambahan kekuatan bagi jajarannya dalam mengawal tahapan ini.

Senada dengan Wagub Sudikerta, Kadis PPO Bali ini juga sangat berharap dukungan masyarakat. Karena menurutnya hingga saat ini masih banyak orang tua yang berusaha memaksakan anaknya untuk masuk di sekolah tertentu tanpa diimbangi dengan kemampuan memadai.

Kadis PPO Bali pun buka-bukaan mengatakan bahwa dia sangat banyak menerima telepon dari orang tua yang ingin mendapat rekomendasi atau memo.

“Kadisdik itu tak berhak mengeluarkan rekomendasi atau memo apapun. Kami berkomitmen mengawal proses ini secara transparan,” pungkasnya.

Sementara itu Inspektur Provinsi Bali Drs. I Ketut Teneng, SP., M.Si menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang diemban jajarannya.

“Inspektorat Bali akan mengerahkan seluruh personil ke SMAN/SMKN se-Bali yang telah ditetapkan sebagai sample,” ungkapnya.

Dia berharap pengawasan ini dapat meniadakan potensi kecurangan yang mungkin dilakukan pada detik-detik terakhir jelang pengumunan.

Rapat koordinasi ini diikuti jajaran inspektorat yang akan diturunkan ke lapangan dan juga UPT Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Bali. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment