Indahnya Toleransi di Tengah Gema Takbir

Pawai obor malamnyakbiran di Waitabula, Sumba Barat Daya. BNN/IST

Kupang/BaliNewsNetwork-Guna mendukung keamanan saat menjelang hari raya idul fitri, pemuda lintas agama baik Pemuda GKS dan Orang Muda Katolik (OMK) berkomitmen menjaga keamanan selama perayaan hari besar umat islam tersebut.

Pengamanan dimulai dalam takbiran pawai obor hingga pada pelaksanaan shalat Id.

Tokoh mesjid Al Falah-Waitabula, Haji Samsi Pua Golo menjelaskan, rapat yang digelar ini merupakan rangkaian dari persiapan menjelang hari raya idul fitri walaupun dirinya mengakui waktu pelaksanaan shalat Id sendiri masih menunggu konfirmasi dari pihak kementerian agama RI.

“Dan sesuai rancangan kita malam ini akan diadakan pawai obor yang tentunya membutuhkan partisipasi kita dalam menjaga keamaan terlebih dari teman-teman OMK dan pemuda GKS. Termasuk juga pengamanan saat Shalat ID di mesjid Al falah maupun masjid Sayyid Sulaiman Waikelo pada hari minggu,” kata Haji Samsi kepada wartawan, Minggu (25/6/2017).

Haji Samsi mengatakan, konsep pengamanan kegiatan sendiri pihaknya meminta OMK dan Pemuda GKS ditambah tim pengaman dari Polsek loura dan Koramil 1613/02 Laratama untuk berjaga-jaga masing-masing di depan bumi indah, depan masjid, jalan masuk ranggaroko untuk masjid Al Falah sedangkan untuk masjid Sayyid Sulaiman Waikelo masing tim pengamanan akan ditempatkan di sepanjang jalan utama depan mesjid tersebut.

“Kami selaku pemuka agama islam tentu berterima kasih atas partisipasi dan kesedian teman omk dan pemuda GKS yang mau memabtu kami menjadi bagian dalam pengamanan yang tentunya membuka mata semua pihak bahwa inilah toleransi yang sesungguhnya. Bahwa di daerah kita, sikap hormat menghormati, menghargai antar umat beragama masih terjaga baik,” tambahnya.

Ketua OMK Katderal Waitabula, Max Fernandez mengakui bahwa pihaknya sangat antusias dengan kepercayaan yang diberikan tersebut mengingat sepanjang perayaan besar umat katolik pun pihak remaja masjid turut ambil bagian menjadi pengaman.

“Saya pikir ini juga rumah kami dan tentu wajib hukumnya kami terlibat menjaga toleransi yang ada selama ini dan kami siap membantu menjaga keamanan dalam perayaan idul fitri kali ini,” ungkapnya.

Ketua OMK Stasi Watutakul, Stefanus B. Lende yang menyatakan pihaknya siap mengamankan perayaan idul fitri di mesjid Sayyid Sulaiman Waikelo dengan gaya dan penampilan yang berbeda dimana tim pengaman akan memakai kalambo (pakaian adat) dalam menjalankan tugas sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya.

Babinsa Kopral Satu Yoris S. Mere mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang patu dicontoh bahwa perbedaan yang ada selama ini tidak lantas menjadikan sebuah kelemahan namun menjadi kekuatan tersendiri dalam merawat daerah ini maupun NKRI yang kini tengah dilanda krisis akibat masuknya paham radikalisme.

“Ini contoh baik dan tentu kami berharap ini bisa dilanjutkan terus kerjasamanya agar NKRI, Pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika menjadi nyata di daerah kita,” imbuhnya.

Pawai Obor Berlangsung Meriah

Pawai obor yang diselenggarakan panitia hari besar islam mesjid agung Al Falah-Waitabula yang diikuti ratusan umat islam berlangsung meriah dan khusyuk.

Pawai yang mengambil rute dari depan mesjid melewati bumi indah, menuju pertigaan pegadaian dan kembali ke mesjid tersebut menjadikan malam takbiran di kota tambolaka ibukota Sumba Barat Daya begitu bermakna menyambut hari raya idul fitri yang akan berlangsung minggu besok.
Kepada media ini ketua panitia hari besar islam, arifin ibrahim mengungkapkan pawai obor ini menjadi yang keduanya setelah setahun sebelumnya dilaksanakan event serupa yang tentunya menyambut hari raya idul fitri.

“Untuk kali ini kita ambil rute yang singkat dengan menghadirkan anak-anak dalam pawai obor ini. Tapi tidak menutup kemungkinan juga bagi orang dewasa,”katanya.

Soal pengamanan sendiri, lanjutnya pihaknya bekerja sama dengan pihak koramil, polsek loura, OMK Katderal dan Pemuda GKS untuk membantu pengamanan pawai obor dan juga untuk shalot id keesokan harinya.

Dandramil 1613/02 Laratama, Kapten Mulyono menegaskan bahwa pawai obor yang dijaga ketat oleh OMK dan pemuda GKS adalah bentuk nyata toleransi yang harus terus dibuat karena bagaimana pun juga hal ini perlu sebagai upaya memperkuat kebhinekaan dan NKRI yang kita perjuangan selama ini. (Amar Ola Keda)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment