“Ngebeg” Lontar di Dua Kecamatan, Penyuluh Bahasa Bali Jembrana Temukan Banyak Lontar Rusak

Lontar rusak ditemuan di Negara, Jembarana. BNN/Sapta

Jembrana/BaliNewsNetwork-Dalam dua hari, Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Jembrana melaksanakan identifikasi dan konservasi lontar di dua kecamatan, yaitu di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana pada hari Selasa, 20 Juni 2017 dan di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara pada hari Rabu 21 Juni 2017. Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jembrana.

Keikutsertaan  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan adalah untuk melihat dan mengamati secara langsung tata cara identifikasi dan konservasi lontar sebagai bahan untuk perencanaan program penyelematan naskah kuno yang akan dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Jembrana.

Lontar yang diidentifikasi dan dikonservasi di Desa Perancak adalah milik Jero Mangku I Wayan Dharmayasa, salah satu Pamangku Pura Gede Perancak. Lontar yang diidentifikasi sebanyak 20 cakep lontar.

Putu Eka Mudiartika Yasa, Penyuluh Bahasa Bali Jembrana menyatakan, dari 20 cakep lontar tersebut, sebagian dalam kondisi rusak.

“Ada yang rusak ringan dan ada yang sudah parah, karena sama sekali belum pernah dikonservasi, namun beberapa sudah sempat dialihaksarakan oleh pemiliknya,” kata Eka Mudiartika Yaya.

Lontar-lontar milik jero mangku tersebut berisi tentang kawisesan, usada, panerang dan pangujan.

Eka menambahkan, yang menarik dari beberapa lontar tersebut adalah lontar yang berjudul Kaputusan Mpu Baradah sareng Rangdeng Dirah.

Lontar tersebut berangka tahun 1871 Saka yang memaparkan tentang ilmu-ilmu dari Mpu Baradah dan Rangdeng Dirah.

Lontar di Kelurahan Banjar Tengah milik I Made Yuliharta Dharma Wisesa berjumlah 8 cakep dengan kondisi sebagian mengalami kerusakan karena pemiliknya tidak tahu cara merawat lontar. Selama ini lontar-lontar tersebut hanya diupacarai saja.

Pemilik lontar menyambut dengan baik program konservasi lontar yang dilakukan Penyuluh Bahasa Bali karena mereka merasa perlu untuk tahu cara merawat lontar yang tepat, agar selanjutnya bisa merawat lontar mereka sendiri. Bahkan bahan-bahan untuk konservasi lontar tersebut disediakan langsung oleh pemiliknya.

Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Jembrana, I Putu Wahyu Wirayuda, berharap semakin banyak masyarakat pemilik lontar yang bersedia diidentifikasi dan dikonservasi agar lontar yang kondisinya masih baik tidak mengalami kerusakan dan yang sudah rusak tidak menjadi tambah parah karena lontar-lontar tersebut merupakan warisan budaya yang harus kita jaga bersama.

“Tahun 2018 Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Jembrana akan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jembrana untuk melaksanakan digitalisasi, identifikasi, konservasi, alih aksara dan menerjemahkan lontar milik masyarakat,” imbuhnya. (sapta)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment