Impikan Warung Diet di Flotim, Dinkop dan Duta Cafe Merakyatkan Panganan Sorgum

Manager Duta Café Natalia Andhisty memberi pelatihan kepada peserta. BNN/Eman Niron.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Tingginya kandungan nutrisi pada biji  sorgum bagi kesehatan manusia mendorong Dinas Koperasi dan UKM Flores Timur bersama mitra kerjanya Duta Cafe Sarotari Larantuka giat mengajak masyarakat Lamaholot, Flotim, untuk gemar makan makanan yang terbuat dari sorgum.

Untuk itulah Dinkop dan dan Manager Duta Café Natalia Andhisty meggelar pendidikan dan pelatihan kewirausahaan diversifikasi pengolahan pangan lokal sorgum bagi kelompok dan UKM se-kabupaten Flores Timur pada Rabu  hingga Jumat (21-23/6). Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta. Mereka diajarkan  ilmu meracik biji sorgum menjadi aneka panganan dalam perspektif kewirausahaan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Flotim Frederick Billy yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi  Aloysius Didimus Pareira, Kamis (22/6) di arena pelatihan -Hotel Gelekat Nara Larantuka menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan para pelaku UKM dalam mengolah sorgum menjadi aneka  jenis makanan yang bernilai ekonomi dan higienis.

“Bersama mitra kami Ibu Natalia Andysti dan Dinas Kesehatan kami menargetkan ada Warung Diet Sorgum di Flores Timur yang dikelola  oleh para pelaku UKM ini. Kami bersama mitra kami akan senantiasa mendampingi mereka, mem-back up mereka dengan sarana prasarana dan modal, dan melanjutkan kegiatan serupa bagi para UKM dari Adonara dan Solor. Tahap ini kami mendidik dan melatih para UKM dari Larantuka hingga Wulanggitang, ”urai Didimus Pareira.

Sebagaimana yang disaksikan BaliNewsNetwork.com, Manager DC,Natalia Andhisty dengan balutan sarung khas Nusa Tadon Adonara terlihat  familiar mengombinasikan keterampilan meracik kuliner berbahan dasar sorgum itu dalam konsep penyatuan gerak tubuh, pikiran dan hati.

Setelah memberikan teori, perempuan Jogja  berparas ayu    tersebut dengan setia mendampingi peserta yang terbagi  5 kelompok  dalam praktek kerja nyata.

“Inilah hasil praktek peserta di hari pertama. Ada kue kering jahe sorgum, kukis jagung titi sorgum dan tenteng sorgum. Kita merindukan sorgum menjadi salah satu kuliner khas Lamaholot, Flotim. Dan masih banyak lagi jenis panganan yang bisa kita buat dari sorgum ini. Intinya, bila mau sehat, marilah kita makan sorgum, dan marilah kita  sejahterakan rakyat kita lewat sorgum ini,” ujar Natalia yang sangat senang melatih perempuan-perempuan Lamaholot. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment