Diduga Bandar Judi Online, Alvin Terancam 20 Tahun Penjara

Terdakwa Alvin (kiri) dan dua terdakwa lainya Muhamad Kolil dan Dedy Wijaya. BNN/PRO

Denpasar/BaliNewNetwork-Alvin, pria kelahiran Jakarta 7 Agustus 1975 yang menjadi terdakwa dalam kasus judi online nampaknya bakal mendekam dalam perjara yang tidak waktu yang sebentar. Pasalnya, dari keterangan saksi polisi yang dihadirkan pada persidangan, Kamis (22/6) terdakwa Alvin disebut sebagain bandar judi tersebut.

Tak hanya itu, dalam dakwaan jaksa, terdakwa Alvin juga dijerat dengan Pasal 3 UU No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Karena itu pria yang beralamat di Jln. Pemuda No IV/80 RT/RW 10/3 Kelurahan Rawamangun, Jakarta itu terancam hukuman 20 tahun penjara.

Dalam kasus ini, Alvin tidak sendiri. Dia bersama dua rekanya yaitu Mohamad Holil (kasir) dan I Gede Dedy Wijaya (pemilik D3dy Net) yang juga menjadi terdakwa.

Dalam sidang pimpinan Dr. Yanto itu, ada 7 orang saksi yang diharkan. Dari 7 saksi itu, 3 di antaranya adalah saksi yang ditangkap saat sedang bermain judi di D3dy Net di Jalan Raya Sesetan No. 114 Denpasar.

Sedangkan saksi lainya adalah saksi dari polisi. Salah satu saksi polisi yaitu,  Zulfi Ansor Kolik di muka sidang mengatakan, penangkapan para terdakwa ini berawal dari adanya patroli cyber. Saat patroli, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat adanya judi onle tersebut.

“Saat dilakukang penggeldehan, ditemukan ada barang bukti uang sebesar Rp 160 juta. Saat diperiksan perizinan, juga tidak ada izinya,” sebut Zulfi.

“Kalau menurut saksi, apakah terdakwa Alvin bisa disebut Bandar?,” tanya jaksa Eddy Arta Wijaya.

“Kalau dari penelusuran dan data yang kami dapatkan, memang Alvin adalah bandar,” jawab saksi Zulfi.

Terungkap dalam surat dakwaan jaksa, penangkapan terhadap terdakwa Alvin  berawal dari ditangkapnya Mohamad Holil (kasir) dan I Gede Dedy Wijaya (pemilik D3dy Net). Dari hasil pemeriksaan kedua terdakwa ini, ditemukan adanya komunikasi antara Dedy selau pemilik D3dy Net dengan terdakwa alvin.

“Komunikasi melalui yahoo masseger,” sebut jaksa Eddy Arta Wijaya.

Selain itu, dalam dakwaan disebut pula bahwa nomor rekening 2180092938 yang diduga rekening penampungan uang hasil judi online adalah rekening milik Alvin. Dimana Dedy juga pernah mengirim sejumlah uang di rekening tersebut.

Akibat perbuata ini, Alvin dijerat dengan 3 pasal berlapis. Yaitu Pasal 27 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI. No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI. No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Ttransaksi Elektronik, Pasal 303 ayat (1) ke 1 KUHP Jo UU RI No. 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjuadian dan Pasal 3 UU No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(Pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment