Sulit Dihubungi, Jaksa Belum Eksekusi Dewan Penipu CPNS 

Terpidana Bagus Suwitra Wirawan berdamai dengan I Wayan Ariawan di PN Denpasar. BNN/Pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Setelah divonis ringan oleh majelis hakim pimpinan Made Pasek,  Bagus Suwitra Wirawan (BSW) terpidana kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum juga diesekusi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar. Padahal putusan sudah dibacakan sekitar tingga minggu lalu.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar I Ketut Maha Agung saat dikonfimasi, Selasa (20/6) membenarkan soal belum disekusinya BSW. Namun hal itu bukan karena jaksa esekutor lambat dalam menyikapi putusan majelis hakim.

Dikatakan, pihaknya sudah mencoba menghubungi terpidana BSW, namun sama sekali tidak ada jawaban.

“Kami sudah mencoba menghungi beliau (BSW) tapi tidak ada tanggapan,” sebut Maha Agung.

Meski begitu, pihaknya tidak akan melakukan upaya pemanggilan paksa.

“Kami tetap melakukan pemberitahuan dan pemanggilan sesuai prosedur yang berlaku,” imbuhnya.

Lalu bagaimana bila semua diabaikan? Soal ini Kasi Pidum mengatakan, sesuai aturan, maka pihaknya bisa saja memasukan BSW dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kalau mau bicara prosedur, dipanggil secara layak tidak hadir ya bisa saja kita tetapkan sebagai DPO. Tapi ini kan masih baru, jadi kami lalui prosedurnya-lah,” pungkas pejabat asal Buleleng itu.

Semantara itu Made Somya Putra, mantan kuasa hukum salah satu korban BSW, Wayan Ariwan mengatakan, dalam kasus yang sama, sejatinya masih ada korban lain yang akan melapor.

“Saya pernah dihubungi, katanya ada korban lain yang mau melapor. Tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” katanya, saat  ditemui di PN Denpasar, Selasa (20/6).

Seperti diberitakan sebelumnya, BSW yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali ini oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Made Pasek dinyatakan terbukti bersalah melakukan tidak pidana penipuan. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Atas hal itu, majelis menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara dengan mas percobaan selama 8 bulan.

Dalam kasus ini, BSW tidak sendiri, dia bersama Dewa Made Suryarata yang oleh majelis hakim juga dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Suryarata oleh majelis hakim yang sama divonis 1 tahun penjara dengan sama percobaan 1 tahun dan 6 bulan.  Atas putusan ini, kedua terdaksa sama-sama menerima.

Perkara dugaan penipuan CPNS yang menjerat Bagus Suwitra Wirawan dan Dewa Made Suryarata sebagai terdakwa ini berawal pada Maret 2012 lalu. Saat itu, korban I Wayan Ariawan (asal Tembuku, Bangli) bertemu Dewa Suryarata yang menawari korban untuk bisa masuk sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Departemen Perhubungan.

Korban dijanjikan masuk sebagai PNS melalui bantuan Bagus Suwitra, yang kala itu belum menjadi anggota DPRD Bali. Karena tertarik, korban diminta memberikan uang pelicin sebesar Rp 150 juta.

Lantaran tidak punya uang cash sebanyak itu, korban Wayan Ariawan kemudian membayar uang muka Rp 50 juta. Selanjutnya, korban kembali membayar Rp 35 juta dan Rp 50 juta secara berturut-turut kepada Suryarata yang ditranfer ke rekening Bagus Suwitra.

Namun hingga tahun 2014, SK PNS yang dijanjikan kepada korban tidak kunjung turun. Korban I Wayan Ariawan pun pilih melaporkannya ke Polresta Denpasar. Dalam sidang di PN Denpasar, 2 Mei 2017 lalu, terungkap terdakwa Bagus Suwitra sudah dua kali mengembalikan uang korban. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment