Melalui ASEAN, Sikka Terkenal di Mata Dunia

Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar (tengah)  bersama peserta FGD tentang ASEAN. BNN/Yunus Atabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar meminta kepada seluruh komponen bangsa agar bersama bersinergi membangun tata dunia di kawasan ASEAN karena  melalui kegiatan ASEAN dapat membawa perubahan yang lebih baik untuk daerah dan masyarakatnya, serta seluruh kearifan local Kabupaten Sikka akan dikenal secara luas di mata dunia.

Hal itu dikatakan  Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar saat membuka secara resmi  FOCUS GROUP DISCUSSION peningkatan kerja sama ASEAN dalam upaya pengarusutamaan gender di aula Kantor Bupati Sikka Jalan Ahmad Yanni Maumere, Kamis (8/6/2017) sore

Paolus Nong Susar menyampaikan, kegiatan ini dapat membawa hikmah dan manfaat untuk daerah dan masyarakat dalam kaitan dengan relasi dalam kawasan masyarakat ASEAN.  Tetapi jauh lebih penting semakin mengikatkan jalinan persaudaraan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

“Pemerintah dan masyarakat harus bangga karena Sikka masuk sebagai salah satu kabupaten yang menjadi tempat untuk penyelenggaraan apel peringatan hari ASEAN yang ke 50,” Kata Nong Susar.

Disamping itu, menjadi terobosan untuk masyarakat Sikka khususnya, secara regional sebagai orang Flores dan Indonesia pada umumnya di Kawasan Negara ASEAN dan sangat relefan dengan meningkatkan relasi hubungan dalam masyarakat luas dalam kaitan dengan pengarusutamaan Gender Negara ASEAN.

“Artinya melalui diskusi ini secara jelas nilai – nilai lokal atau kearifan lokal bisa kita memperkenalkan kepada dunia melalui Negara ASEAN. Menyangkut kekerasan masih menjadi tantangan untuk kita di Sikka,” ujarnya

Selain itu bagaimana hubungan 3 pilar di Negara ASEAN tentang bagaimana mengikateratkan korelasi politik di Negara ASEAN yang terintegrasi secara ekonomi maupun sosial budaya dan juga diskusi terfokus agar bisa membawa perubahan di Kabupaten Sikka.

Ia menambahkan khusus untuk pemberdayaan perempuan dan anak sudah ada regulasi Perda dan Perbup, dalam mengantisipasi kekerasan di masyarakat. Pemerintah juga bekerja sama sengan semua mitra khususnya LSM dan lembaga keagamaan untuk sama–sama bersinergi menghadapi berbagai perilaku kekerasan yang terjadi.

Hadir dalam kesempatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Constantinus Tupen, SH, Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN J.S. George Lantu, Rombongan Kementerian Luar Negeri. (Yunus Atabara)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment