Keterlibatan dan Kepedulian, Kunci Sukses Masyarakat ASEAN

Peringatan HUT ke-50 ASEAN di Maumere, Sikka. BNN/Yunus Atabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Melalui kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 ASEAN yang dilaksanakan oleh Ditjen Kerja Sama ASEAN, Kemenlu diberbagai wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Sikka di NTT menjadi sumbangsih bagi peningkatan people to people contact untuk penguatan perananan global masyarakat ASEAN Visi 2025. Kepedulian dan keterlibatan masyarakat secara optimal dalam ASEAN merupakan kunci utama keberhasilan ASEAN dan terwujudnya masyarakat ASEAN yang damai dan Sejahtera.

Demikian sambutan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Jose Antonio Morato Tavares, yang dibacakan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, saat memimpin apel peringatan HUT ke-50 ASEAN di Lapangan Kota Baru, Maumere, Kamis (8/6) pagi

Selama 50 tahun keberadaannya, ASEAN telah memberi kontribusi signifikan terhadap terciptanya suasana damai yang kondusif bagi pembangunan politik, ekonomi dan sosial budaya di kawasan Asia Tenggara.

ASEAN-2Jose Antonio Morato Tavares menjelaskan, bertambahnya umur ASEAN, bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara semakin menunjukkan hubungan kerja sama yang matang dan dinamis, tidak hanya dalam tataran pemerintahan, namun juga di tingkat masyarakat sipil, swasta dan institusi non-pemerintah.

“Bentuk ketahanan ini diperlukan oleh ASEAN dalam menghadapi tantangan dalam tataran regional maupun global  karena tantangan semakin bersifat lintas batas berupa ketidakpastian politik-keamanan global, food secunty, perubahan iklim, bencana alam, dan penyakit menular, menandakan perlunya negara anggota ASEAN dapat memperkuat kerja sama dengan Mitra Wicara ASEAN,” katanya.

Jose Antonio menyampaikan bahwa pada 31 Desember 2015, masyarakat ASEAN yang terdiri dari tiga pilar yaitu pilar politik/keamanan, pilar ekonomi, dan pilar sosial budaya telah resmi terbentuk. Dimana ketiga pilar itu saling memperkuat dan berfungsi sebagai penggerak masyarakat ASEAN dalam satu visi, satu identitas dan satu masyarakat, karena para pemimpin ASEAN menyadari pembentukan masyarakat ASEAN berkelanjutan dan tidak hanya bersifat community-building namun community-strengthening and consolidating.

Menurut Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, dalam hubungan eksternal, ASEAN juga sudah mengalami perkembangan aktif dengan negara-negara Mitra Wicara. Hingga 2017, ASEAN telah mengalami penambahan negara Mitra Wicara di mana beberapa negara seperti Jerman, Norwegia, Pakistan dan Switzerland menjadi Negara Mitra Wicara ASEAN sedangkan Perancis, Austria, Colombia, Chile, Serbia, Armenia, Serbia, Kuwait, Mesir dan Afghanistan menyampaikan keinginan menjalin hubungan kerja sama dengan ASEAN.

Bagi pembangunan ekonomi Indonesia, adanya pembentukan pasar bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area) telah memberikan dampak positif serta turut menstabilkan pertumbuhan ekonomi serta mendorong peningkatan ekspor dan impor melalui sistem yang bebas tarif dan bebas hambatan. Selain itu, dapat mendorong pertumbuhan investasi asing yang memperkuat ketahanan modal dalam negeri.

“Salah satu yang menjadi tantangan besar dalam mewujudkan masyarakat sosial budaya ASEAN adalah meningkatkan awareness atau kesadaran masyarakat mengenai Masyarakat ASEAN,” ujar Ansar Rera.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri terus berupaya melaksanakan berbagai kegiatan dalam memberikan infomrasi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di seluruh Indonesia. Sosialisasi tersebut dilakukan melalui seminar, ceramah, saresehan, kuliah umum, penerbitan buku/bulletin, ASEAN Goes to SchoolASEAN Corner, festival, Media Gathenng, ASEAN Goes on Air, dan juga pembentukan Pusat Studi ASEAN (PSA) di sejumlah universitas. (Yunus Atabara)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment