Akhir Damai Ibu Rumah Tangga di Kupang yang Dibui  Karena Status Facebook

Pendeta Adi Nggi mendampingi  Prima Guida Journalita (pegang surat perdamian) di Polres Kupang Kota. BNN/Amar Ola Keda

Kupang/BaliNewsNetwork-Pendeta Adi Nggi selaku pelapor kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian (hate speech) yang menyeret Prima Guida Jounalita telah menarik laporan polisi yang telah diadukannya.

Prima Guida Jurnalita adalah seorang ibu rumah tangga yang diduga penyebar hate speech atau ujaran kebencian via media sosial, resmi ditahan setelah dilaporkan oleh pendeta Adi Nggi. Ia meringkuk di sel tahanan wanita Mapolres Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur sejak Sabtu, 13 Mei 2017.

“Penarikan laporan menarik laporan polisi itu karena ada dasar. Setiap orang bisa berbuat salah dan tidak selamanya kesalahan diselesaikan melalui proses hukum. Kita belajar dari Kristus yang belajar mengampuni. Belajar dari banyak kasus di Indonesia, kita ingin tunjukkan bahwa kita berbeda dengan tempat lainnya. Contoh Ahok sudah minta maaf proses hukum jalan terus. Kita di sini memudahkan sepenuhnya,” ujar Pendeta  Adi Nggi kepada wartawan, Selasa (6/5/2017).

Menurut Pendeta Adi, ada tiga hal yang mendasari pihaknya menarik laporan polisi. Pertama, hasil penelusuran pihaknya menemukan bahwa Prima Guida tidak terlibat dalam organisasi radikal. Kedua, Prima Guida mengaku bersalah dan meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Ketiga, Prima Guida telah bersedia menyampaikan permohonan maafnya secara tertulis kepada seluruh masyarakat NTT dan disebarkan melalui media massa.

“Yang dilakukan Prima hanya karena emosi sesaat, tidak ada kaitan dengan ormas radikal,” kata Adi.

Pernarikan laporan polisi itu, menurut Pendeta Adi, bersifat tulus dan total.

“Sebagai Nusa Toleransi Tinggi, kita harus menunjukkan bahwa saling memaafkan itu penting. Kita minta proses hukum dihentikan. Kita minta kepada Kapolda dan penyidik serta kejaksaan agar proses hukum dihentikan,” imbuh Adi.

Sebelumnya, penyidik Subdit Cyber Crime Polda Nusa Tenggara Timur menangkap Prima Guida Journalita (33), seorang Ibu Rumah Tangga. Dia ditangkap di rumahnya di Naikoten, Kota Kupang terkait ujaran kebencian yang ia sampaikan lewat facebook. (Amar Ola Keda)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment