Penyuluh Bahasa Bali “Bumikan” Bali Simbar di SMA/SMK se-Jembrana

Pembukaan penyuluhan Bahasa Bali di SMAN 1 Negara, Jembarana. BNN/Sapta

Jembrana/BaliNewsNetwork-Berbagai upaya telah dilakukan oleh Penyuluh Bahasa Bali dalam rangka melestarikan dan mengembangkan bahasa, sastra dan aksara Bali. Salah satu di antaranya adalah membentuk Kelompok Belajar Bahasa Bali di masing-masing desa/kelurahan tempat bertugas, yang sudah dimulai dari semester kedua tahun 2016. Pesertanya adalah anak-anak SD mulai dari kelas 4 sampai 6, dengan tempat pelaksanaannya ada yang di sekolah, bale banjar, panti asuhan dan lain-lain.

Pada Tahun 2017 ini, Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Jembrana kembali membentuk Kelompok Belajar Bahasa Bali, namun kali ini untuk tingkat SMA/SMK se-Jembrana. Kegiatan ini disambut baik oleh seluruh kepala SMA/SMK se-Jembrana.

Kegiatan dimulai dari tanggal 2 Juni 2017 yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Negara sebagai pembuka secara bersama-sama dan selanjutnya dilanjutkan ke SMA/SMK yang lain oleh tim masing-masing kecamatan.

Koordinator Bidang Pendidikan Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Jembrana, Putu Eka Mudiartika Yasa menyatakan, kegiatan Pokjar tingkat SMA/SMK ini merupakan tindak lanjut dari upaya pelestarian dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Bali, setelah sebelumnya telah membentuknya pada anak-anak usia SD.

“Materi yang diajarkan dalam Pokjar ini antara lain, Bali Simbar, Penerapan Aksara Bali dalam Kehidupan, Dharma Wacana, MC, Pidarta, Puisi Bali Anyar dan lain-lain. Diharapkan mereka mendapat bekal untuk nantinya terjun langsung ke masyarakat,” kata Eka Mudiartika Yasa.

Menurut Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Jembrana, I Putu Wahyu Wirayuda, materi pertama yang diajarkan adalah pengetikan aksara Bali di komputer dengan menggunakan aplikasi Bali Simbar Dwijendra.

“Selama ini, aksara Bali dikatakan kuno atau ketinggalan zaman, sekaranglah saatnya memperkenalkan aksara Bali dalam dunia digital kepada para remaja. Diharapkan nantinya setelah mampu menguasai, mereka akan dapat mengembangkannya di masyarakat, misalnya membantu pengetikan awig-awig, pembuatan papan nama, baliho, poster dan lain-lain, yang tentunya akan bermanfaat bagi mereka, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi mata pencaharian,” terang Putu Wahyu Wirayuda.

Dikatakan, Program Bali Simbar ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun pengenalannya kepada anak-anak dan remaja sangat kurang, sehingga tidak banyak yang mampu menguasainya bahkan dianggap sulit. Oleh karena itu, Penyuluh Bahasa Bali berharap banyak kepada anak-anak remaja, nantinya setelah mereka bisa, agar mau mengajarkanya ke teman-temannya atau adik-adiknya. Bukan hanya Bali Simbar saja, tetapi semua materi yang diajarkan nantinya diharapkan dapat bermanfaat dan tentunya demi kelestarian Bahasa Bali. (Sapta)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment