Geliat Pedagang Takjil di Bulan Ramadhan

Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Bulan Puasa bagi umat muslim dimaknai sebagai bulan penuh berkah bagi para pedagang takjil di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Di bulan penuh berkah ini, makanan dan minuman yang dijual para pedagang takjil laris manis diserbu pembeli untuk menu berbuka puasa.

Seorang penjaja takjil, Ibu  Syaadiah mengatakan, omset berjualan di bulan puasa tahun 2017 ini, dirasakan meningkat.

“Alhamdulilah berkah dalam bulan ramadhan ini. biasa rame mulai dari jam 12 siang tu bibi dong mulai kluar, orang dong datang belanja sampai sekarang ini, penghasilannya dalam sehari mencapai 2 juta rupiah,” ujar Syaadiah kepada wartawan, Rabu(31/5).

Seorang pengunjung, Putri Valentina, mengatakan ini merupakan puasa pertamanya di Kota Kupang yang mayoritas penduduknya non muslim, kendati demikian Ia sangat bangga karena warga kupang dapat bersama menyediakan takjil tanpa melihat perbedaan yang ada.

“ini membuktikan bahwa toleransi di kota kupang sangat tinggi dan cinta damai,” kata Memey wanita asal Manado.

Hal senada dikatakan Erwin Yuan, menurutnya para pedagang sangat membantu masyarakat yang ingin berbuka puasa bersama keluarga, pasalnya semua makanan dan minuman yang disediakan dijamin halal.

Selain itu, Erwin berharap puasa tahun ini mendatangkan pahala sebanyak mungkin melalui kegiatan ibadah dan zakat.

“Ya kita semakin lebih mendalamkan iman kita, pahala kita, ya pada intinya kita mencari kebaikan sebanyak banyaknya dibulan suci ramadhan ini,” papar Erwin.

Pantauan media, di kawasan Halte, depan Bank Mandiri dan Gereja Katedral Kupang dipadati ribuan warga yang berburu takjil untuk berbuka puasa.

Uniknya, tidak hanya warga yang beragama muslim saja tetapi yang non muslim pun ikut berburu jajanan. Ada yang membawa pulang takjil yang dibeli, ada pula yang langsung berbuka di lokasi tersebut.

Padatnya pengunjung mengakibatkan arus lalu lintas cukup terhambat bahkan tak jarang terjadi antrian panjang kendaraan karena macet. (amar ola keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment