Dua Kurir Narkoba, Satu Pegawai Honorer Puspem Badung Ditangkap BNN

Tersangka saat rilis Senin, (29/5). Foto: bnn/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dua wanita yang sama-sama jadi kurir narkoba dan diduga merupakan jaringan LP Kerobokan ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Denpasar.

Kepala BNN Kota Denpasar I Wayan Gede Suwahyu mengungkapkan, kedua tersangka diringkus di dua lokasi yang berbeda.

Diterangkan, berawal dari informasi masyarakat bahwa sekitar kawasan Jalan Gunung Soputan ada seseorang yang biasa menggunakan narkotika.

“Dari informasi yang didapatkan petugas dengan cepat bergerak dan mengamankan wanita berinisial DS (36) di kawasan Jalan Gunung Soputan 1 Denpasar Sabtu (20/5) lalu, sekitar pukul 14.30 Wita. Di tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti 10 butir ekstasi dengan berat 3,84 gram bruto,” jelasnya saat rilis di Denpasar, Senin (29/5).

Selain itu petugas juga mengamankan satu buah handphone merk nokia yang biasa digunakan tersangka berkomunikasi dengan jaringannya.

“Narkotika ini sudah mulai merambah ke pegawai-pegawai, yang notabena sudah berprofesi. Ds mengaku membeli barang tersebut dari NI,” ungkapnya saat rilis bersama media Senin, (29/5).

Hasil tangkapan tersangka DS pihaknya melakukan pengembangan lebih detail. Satu setengah jam ditangkaplah seorang pengedar yang juga pegawai Honorer Puspem Badung, berinisial NI (46).

NI ditangkap di Jalan Juwet Sari Gang Giring Sampi Desa Kepaon Denpasar pada pukul 16.53 Wita. Dari NI, petugas mengamankan barang bukti berupa 6 paket dengan berat 1,78 gram bruto dan satu buah handphone merk Evercross.

Tersangka NI, katanya sudah lama menjadi seorang pengedar, selain menjadi pengedar dia juga sebagai pemakai. NI rela menjadi seorang kurir karena terdesak faktor ekonomi.

“Tersangka NI ini menjual narkotikanya dengan harga Rp 500 ribu, dari intrograsi kami NI mendapat barang tersebut dari napi yang tak lain napi tersebut adalah pacarnya sendiri yang terjerat kasus narkotika,”ujarnya.

Kedua tersangka mengaku belum pernah di hukum. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment