Sikka Kekurangan 300 Guru SD

Kadis PKO Kabupaten Sikka Simon Subsidi. BNN/Yunus Atabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Sikka, kendala utama yang dihadapi oleh pemerintah saat ini adalah kekurangan guru SD sekitar 250 sampai 300 orang. Masalahnaya, banyaknya guru yang memasuki usia pensiun dan juga karena meninggal dunia atau pindah tugas ke luar Kabupaten Sikka mengikuti suami

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Kabupaten Sikka Simon Subsidi terkait berbagai kendala yang dihadapi oleh pemerintah saat ini dalam memajukan pendidikan di wilayah Kabupaten Sikka.

“Ini adalah data sementara bahwa Sikka kekurangan guru SD, sekitar 200 sampai 300 orang guru. Ini melihat banyaknya guru yang sudah meninggal, pensiun dan yang akan pensiun bahkan ada guru yang pindah di luar wilayah Sikka dengan berbagai macam alasan, seperti ikut suami dan alasan lainnya,” kata Subsidi, di Maumere, Rabu (03/05)

Dengan demikian, tambah Subsidi, dalam waktu dekat pemerintah melalui Dinas PKO akan melakukan evaliasi profil sekolah khsusunya SD, mulai dari tingkat sekolah, tingkat kecamatan sampai pada tingkat Kabupaten. Hal itu untuk mendapatkan data pasti, kekurangan guru yang terjadi sehingga pemerintah bisa mengambil langkah terobosan sebagai solusi dalam mengatasi masalah tersebut.

Terkait dengan kesejahteraan para guru honor, baik dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA yang terjadi saat ini pemerintah melalui APBD II tahun anggaran 2017 telah menganggarkan sejumlah dana untuk 500 orang guru honor.

Dengan demikian kepada 500 orang guru honor tersebut akan mendapatkan honor sebesar Rp 500 ribu per bulan. Sedangkan beberapa guru honor yang belum terakomodir dalam tahun anggaran 2017 akan dianggarkan pada tahun anggaran berikutnya dengan jumlah dan besaran anggaran yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah

“Untuk tahun ini ada 500 guru honor yang mendapat insentif dari pemerintah sebesar Rp 500 ribu per bulan, sedangkan sisanya akan dianggarkan pada tahun anggaran berikutnya, sesuai dengan keuangan daerah,” kata Subsidi

Secara terpisah anggota Komisi III DPRD Sikka Siflan Angi menegaskan, pihak Dinas PKO Kabupaten Sikka tidak pilih kasih dalam memperhatikan nasib para guru honor baik di daerah terpencil maupun yang mengajar di kota kecamatan atau Kabupaten agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di antara sesama tenaga pendidik khususnya tenaga honorer.

Sebab, sejak tahun 2016 Komisi III DPRD Sikka sudah menganggarkan honor sebesar Rp 500 ribu untuk 300 guru dan tahun anggaran 2017 dianggarkan untuk 500 orang. Namun fakta lapangan, lanjut Siflan, bahwa pihak Dinas PKO lebih mengutamakan keluarga dan teman dekat dalam penetapan nama guru honor yang mendapatkan insentif.

Hal itu yang membuat adanya guru honor yang masih dengan insentif Rp 100 ribu per bulan dengan lama mengajar 14 tahun yang terjadi di SDN Kolit.

“Pihak Dinas PKO harus adil, jangan pilih kasih, tetapi benar-benar harus melalui sebuah prosedur yang sah agar tidak ada yang kecewa. Setiap kali reses, saya selalu menemukan masalah itu di masyarakat,” kata ketua Fraksi NasDem Sikka. (Yunus Atabara)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment