Polisi Pulbaket Perekrutan Anggota Komnas-PAN, Dua Staf BTPN Wow Diperiksa

Kapolres Sikka AKBP I Made Kusuma Jaya. BNN/dok

Maumere/BaliNewsNewtwork-Pungutan sebesar Rp 250 ribu dari setiap anggota Komnas-PAN‎ yang direkrut tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh pihak Komnas-PAN yang bekerja sama dengan BTPN Wow dan PT DES selaku perusahaan yang menyalurkan Program CSR dari Komnas-PAN pusat, membuat polisi terpaksa turun tangan mengusut kasus ini. Polres Sikka mulai melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) sejak hari pertama pendaftaran anggota Komnas-PAN yang berlangsung di Panblirang, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Pulbaket yang dilakukan polisi tersebut untuk mengetahui secara detail peruntukkan uang pungutan sebesar Rp 250 ribu per anggota,   legalitas program perusahaan serta oknum yang yang terlibat dalam program CSR Komnas-PAN. Selain itu, untuk mengetahui apakah legal atau ilegal perusahaan yang menjalankan program CSR Komnas-PAN tersebut. ‎

Jika dalam penyelidikan ternyata legal, maka polisi akan mengawal perusahaan tersebut. Akan tetapi jika illegal, maka akan diproses secara hukum sesuai dengan aturan yang ada.

Hal itu dikatakan Kapolres Sika  AKBP I Made Kusuma Jaya kepada wartawan di lobi Polres Sikka, ‎terkait dua oknum yang mengaku sebagai staf BTPN Wow Jakarta yang tidak mampu menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas saat di periksa polisi.

“Tadi saya sendiri tanya dokumen pembukaan rekening, dan tanda pengenal serta surat tugas mereka, tetapi tidak mampu menunjukkan, makanya saat ini kita akan terus dalami, kalau legal ya kita amankan, tetapi kalau ilegal ya kita akan terus proses hukum,” kata Kapolres Made Kusuma Jaya

Lebih jauh Kapolres Sikka menegaskan,  sesuai penjelasan Komnas-PAN dan Komisaris PT DES, yang mengatakan bahwa nasabah yang terdaftar di BTPN Wow, akan mendapat kemudahan di 12 bank lainnya.

“Kami sudah mengonfirmasi kepada beberapa bank yang ada di kota Maumere dan pihak perbankan termasuk pihak BTPN yang ada di Maumere, membantah adanya kerja sama program CSR dengan Komnas-PAN dan PT DES,” kata Made Kusuma Jaya.

Komisaris Utama PT DES  Daniel Kolin yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnnya menegaskan bahwa pihaknya akan mempertanyakan kepada pihak  Polres Sikka yang melakukan pemeriksaan terhadap dua staf BTPN Wow, hanya berdasarkan berita di media‎.

Menurutnya, sangat tidak berdasar karena apa yang dilakukan PT DES selaku penyelenggara program CSR dari Komnas-PAN yang menggandeng BTPN Wow, adalah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat kecil guna memperoleh kredit tanpa jaminan.

“Dasar apa polisi lakukan pemeriksaan hanya karena berita di media? Ini sangat tidak profesional? Kalau masyarakat tidak percaya lagi dengan kami, siapa yang bertanggungjawab, makanya kalau media tidak paham tanya dulu di saya,” tegas Daniel Kolin.

Setelah ditanya alamat kantor PT DES, dan posisi Daniel Kolin untuk dikonfirmasi lebih jauh, Daniel Kolin selalu memotong dengan pembicaraan lain. Setelah didesak untuk menyebutkan alamatnya dan keberadaannya saat ini, Daniel Kolin langsung mematikan teleponnya. Beberapa awak media yang berusaha untuk menghubunginya, nomor handphone-nya ternyata sudah tidak aktif lagi

Sebelumnya di Polres Sikka, Edu Sareng selaku Ketua Komnas PAN NTT dan Yos Labi Liman selaku Perwakilan PT DES NTT, membantah keras atas dugaan pungli Rp 250 ribu kepada ratusan nasabah, karena uang itu akan dikembalikan kepada nasabah melalui rekening masing-masing setelah aktivasi nomor rekening‎ yang diambil dari 6 digit nomor ponsel nasabah yang sudah mendaftar di BTPN Wow.

“Saya jaminannya, kalau program ini tidak jalan, saya siap masuk penjara,” tegas Edu Sareng. (Yunus Atabara)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment