Ketua Komisi XI DPR RI Akan Pertanyakan  Komnas-PAN dan BTPN Wow  ke OJK

Melchias Markus Mekeng, Ketua Komisi XI DPR RI. BNN/Yunus Atabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng akan mempertanyakan kepada Otoritas Jasa Keungan (OJK) terkait kegiatan BPTN Wow dan Komnas-PAN melalui program CSR yang dijalankan PT DES di Maumere belum lama ini. Dimana PT DES selaku penyelenggara program CSR Komnas-PAN, menjanjikan pinjaman dana sampai Rp 1 miliar per orang dan Rp 10 miliar untuk satu kelompok.

“Saya minta jangan percaya kepada lembaga keuangan yang menjanjikan pinjaman besar tanpa anggunan atau yang menjanjikan bunga di atas 20 persen. Kalau ada yang seperti itu, jelas bodong, masyarakat jangan tergiur dengan bunga besar atau pinjaman besar, tetapi teliti baik-baik apakah terdaftar di OJK atau tidak,” kata Melchias Markus Mekeng, Ketua Komisi XI DPR RI, usai tatap muka dengan masyarakat Sikka di gedung SCC Jalan Ahmad Yani, Maumere, Jumat (28/04).

Menurut Melchias, apabila lembaga yang terdaftar di OJK hendak memberikan bantuan kepada masyarakat melalui kredit lunak, bisa melalui program pemerintah daerah atau melalui perbankan resmi yang ada di setiap daerah sasaran program CSR.

Perekrutanpun, menurut Melchias, tidak serta merta, tetapi berdasarkan data yang ada di lembaga resmi pemerintahan setempat.

“Kalau nyelonong aja ke masyarakat lalu menjanjikan berbagai kemudahan tanpa melalui pemerintah atau perbankan resmi setempat, harus diwaspadai kare‎na jelas itu bodong. Apalagi kalau lembaga tersebut tidak memiliki kantor di sini, bararti itu bodong,” kata Melchias.

Oleh karena itu, menurut Melchias akan membahas masalah itu bersama OJK di Komisi XI DPR RI, terkait berbagai kegiatan dan pungutan yang dilakukan oleh PT DES selaku CSR Komnas-PAN yang bekerja sama dengan BTPN Wow serta Bank Tana Indonesia (BTI).

Hal itu untuk memberikan kejelasalan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terjebak dalam sebuah aktivitas lembaga keuangan bodong yang tidak terdaftar di lembaga OJK secara resmi.

Melchias juga meminta kepada polisi untuk terus menyelidiki aktivitas Komnas-PAN, PT DES dan BTPN Wow yang sudah melakukan perekrutan ratusan masyarakat Sikka dan telah melakukan pemungutan biaya sebesar Rp 250 ribu kepada setiap anggota atau nasabah yang didaftar oleh lembaga tersebut.

Secara terpisah, Kapolres Sikka, AKBP. I Made Kusuma Jaya menegaskan, sejak awal proses perekrutan anggota Komnas-PAN yang dilakukan oleh PT DES, sampai dengan pendaftaran setiap kelompok dan anggotanya melalaui dua oknum yang mengaku sebagai staf BPTN Wow di Panblirang, polisi sudah melakukan penyelidikan. Hal itu menurut Kapolres Sikka untuk mengetahui apakah perusahan yang terlibat legal atau ilegal.

“Dari awal kita sudah lakukan penyelidikan sampai saat ini, tujuannya adalah kalau legal yang kita amankan, kalau ilegal ya kita proses hukum. Mengaku staf BTPN tapi tidak mengantongi surat tugas, ini yang kita telusuri dan hasil penyelidikan itu, tidak bisa saya sampaikan ke publik saat ini,” kata Kapolres Sikka  AKBP I Made Kusuma Jaya. (Yunus Atabara)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment