Hindari Razia, Maulana Ternyata Bawa Sabu & “Roti Kalung”

Tersangka saat rilis dan barang bukti yang diamankan. Foto: bnn/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Maulana Arifin, (24) diamankan oleh jajaran Kepolisian Sektor Denpasar Barat di Jalan Pulau Tarakan depan Gang Rembulan, Kamis (27/4) sekitar pukul 23.45 Wita.

Petugas menemukan beberapa barang bukti berupa satu plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga sabu, satu senjata jenis “roti kalung”.

“Tersangka saat diamankan kita temukan BB berupa satu plastik diduga isi sabu, dan senjata jenis roti kalung,” ujar Kapolsek Denpasar Barat Kompol Gede Sumena Jumat (28/4/2017).

Diterangkannya, kejadian bermula pada Kamis (27/4/2017) sekitar pukul 23.45 Wita, dimana petugas Polsek Denbar melakukan Giat Operasi 21 Sesuai Perintah Kapolda Bali melalui Kapolresta Denpasar yang dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Denpasar, Kapolsek Denbar, Kanit Reskrim Denbar, Pawas Polsek Denbar (Kanit Intel), Panit Buser dan anggota lainya.

Saat operasi sedang berlangsung, melintas dari arah timur ke arah barat seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih DK 3414 EA.

Tiba-tiba pelaku berbalik arah menghindari pemeriksaan petugas dengan kecepatan tinggi, hingga selanjutnya anggota Buser mencegat dan memegang sepeda motor tersebut serta baju tersangka.

“Tersangka berontak dan tidak mau digeledah sehingga anggota kami tambah curiga. Saat itu tersangka terlihat melemparkan sesuatu dari tangan kiri berupa satu plastik klip kecil yang dibalut plester warna hitam yang diduga berisi kristal bening yang diduga sabu,” jelasnya.

Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan ulang di badan dan barang bawaan tersangka, berupa satu tas selempang warna hitam dan ditemukan senjata jenis Roti Kalung.

Sementara itu, pengakuan tersangka bahwa sabu tersebut didapatkan dari rekannya yang bernama Choirul Anam, (24) yang merupakan salah satu pegawai di Kafe New Star (NS).

“Rencananya sabu itu akan kami pakai bersama di rumah Anam,” ujar pelaku lirih.

Ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra RA, bahwa pengakuan Anam menyatakan bahwa memang dia jalan bareng bersama Maulana namun berbeda sepeda motor.

“Akan tetapi dia ngakunya sama sekali tidak mengetahui masalah narkoba yang dibawa oleh Maulana,” jelasnya.

Pengakuan mengapa dirinya melarikan diri saat ada operasi, dia mengaku karena tidak memakai helm. Setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya Anam, memang hasilnya nihil barang narkoba. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment