Denpasar/BaliNewsNetwork-Anggota Polisi KP. Jalak – 5002, Penugasan dari Pusat untuk Polda Bali berhasil menangkap satu kapal KMN. Sumber Rejeki milik Mispan yang bermuatan ikan hiu di Perairan Selat Bali Selasa, (25/4) sekitar pukul 10.00 Wita lengkap dengan lima orang ABK.

“Kapal memang berbendera Indonesia, namun tidak dilengkapi dengan dokumen kapal. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu unit kapal, satu unit jaring, 300 kilogram ikan hiu, minyak ikan hiu dan alat pancing,” kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja Jumat (28/4/2017).

Kapal yang dinahkodai Mispan ini ditangkap di koordinat 08°. 41′. 900″S – 115°. 00′ .100″ T. Mereka berlayar dari Muncar, Banyuwangi menuju Laut Bali tepatnya ke Perairan Kedonganan.

Pada saat anggota polisi KP. Jalak – 5002 sedang melaksanakan patroli di perairan Selatan Bali, Sumber Rejeki sedang berlayar. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui kapal tersebut berbendera Indonesia, namun sayangnya nakhoda sekaligus pemilik kapal tidak dapat menunjukkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) / Surat Izin Gerak dan semua dokumen kapal tidak ada.

“KMN Sumber Rejeki melanggar Pasal 93 ayat (1) Juncto Pasal 27 Ayat (1), pasal 98 Juncto pasal 42 ayat (3), pasal 100B Juncto pasal 36 ayat (1) UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No.  31 Tahun 2004 tentang Perikanan,” imbuhnya.

Kemudian KMN. Sumber Rejeki dikawal menuju Pelabuhan Benoa Bali untuk proses penyidikan lebih lanjut oleh Dit Pol Air Polda Bali.

Ditambahkan, Dir Polair Polda Bali Kombes Pol Sukandar menyatakan, bahwa ikan hiu tersebut saat ditangkap sudah dalam kondisi busuk karena sudah empat hari di kapal dengan diberi es seadanya.

“Kapal tersebut kapal milik nelayan kecil, punya masyarakat kecil. Dan saat ditangkap ikan hiu dalam kondisi busuk, karena hanya diberi es selama 4 hari itu hanya diberi es seadanya,” ungkapnya. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment