Terbukti Palsukan Tanda Tangan,  Oknum Notaris Divonis Hanya Satu Bulan Penjara

Edward Tobing, kuasa hukum korban pemalsuan tanda tangan. BNN/Ist

Gianyar/BaliNews/Network-Oknum notaris bernama Cokorda Pemayun yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan benar-benar bernasib mujur. Bagaimana tidak, meski dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan, tapi terdakwa hanya divonis satu bulan penjara oleh majelis hakim PN Gianyar.

Vonis ini sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gianyar  I Made Aryani. Atas putusan itu, baik terdakwa maupun jaksa sama-sama menyatakan menerima.

Edward Tobing, salah satu kuasa hukum korban (pelapor) I Gusti Agung Ratna mengatakan, majelis hakim pimpinan Ayu Sri Ardiyanti menyatakan sependapat dengan tuntutan jaksa.

“Majelis menyebut terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu yaitu melanggar pasal 263 ayat (1) KUHP,” sebut Edward yang ditemui di Denpasar, Rabu (26/4).

Meski kecewa karena hanya dihukum sebulan, namun Edwrad mengaku sedikit lega karena terdakwa dinyatakan bersalah.

Edward hanya menyayangkan perbuatan terdakwa yang notabene merupakan seorang notaris.

“Orangnya mengerti hukum, harusnya tahu dong mana yang sesuai aturan, mana yang tidak. Jadi, saya rasa hukuman itu bisa membuat terdakwa menjadi lebih baik lagi,” sebutnya.

Seperti diberitakan, Edward Tobing beberapa waktu lalu mengatakan, kasus yang menjerat oknum notasi ini berawal dari pinjam meminjam uang di BPR Padma sebesar Rp 500 juta.

Saat itu, pelapor yang masih berstatus sebagai istri terdakwa tidak mau menandatangani usulan pinjaman itu dengan alasan sebelumnya sudah pernah punya pinjam uang.

Nah, karena korban tidak mau menandatangani,  di sinilah terdakwa memalsukan  tanda tangannya.

“Karena pelapor ini juga harus bertanggung jawab, maka dia pun merasa dirugikan dan melapor ke polisi,” pungkas Edward. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment