Diduga Impor Sabu, WN Rusia Terancam 20 Tahun Penjara

Alexey Prusov, terdakwa kasus impor sabu – sabu. BNN/Pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kasus penyelundupan narkotia jenis sabu sabu dengan terdakwa warga negara (WN) Rusia bernama Alexey Prusov (28), Rabu (26/4) mulai disidangkan. Dalam sidang pimpinan hakim Dr. Yanto itu dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Artha Wijaya dan I Ketut Sujaya.

Dalam dakwaan jaksa yang dibacakan di hadapan terdakwa serta dua kuasa hukumnya, Pande Sugiarta dan Valerian Libert Wange, JPU menyebut terdakwa yang tinggal di Jalan Tegal Cupek, Gang Barata No. 29, Kuta Utara, Badung itu ditangkap polisi pada tanggal 6 Januari 2016 silam di Kantor Pos Sanset Road, Kuta, Badung.

Dalam dakwaan disebut pula bahwa terdakwa ditangkap usai mengambil paket yang dialamatkan di Kantor Pos Sanset Road. Paket yang diketahui berisikan narkotika yang diduga sabu itu ditujukan kepada orang yang bernama Miche Kaiser.

Sebelum terjadi penangkapan, awalnya pada 5 Januari 2017 petugas Bea dan Cukai yang sedang melaksanakan tugas di Kantor Pos melihat ada benda mencurigakan dalam paket kiriman yang diajukan kepada Miche Kaiser.

“Atas kecurigaan itu, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut,” sebut Jaksa Eddy Artha dalam dakwaanya.

Kecurigaan petugas benar adanya. saat dibuka dalam paket tersebut terdapat plastik bening yang di dalamnya berisi kristal berwarna coklat yang diduga sabu seberat 106,62 gram neto.

“Atas temuan itu lalu dilakukan koordinasi dengan kepolisian Polda Bali,” sebut jaksa Kejati Bali itu.

Kemudian pada tanggal 6 Januari petugas Kantor Post menghubungi penerima paket, Miche Kaiser melalui telepon yang menyampaikan bahwa paket kiriman sudah tiba dan bisa diambil.

Masih di hari yang sama sekitar pukul 18.30 Wita, datang terdakwa Alexey Prusov ke Kantor Pos Sanset Road untuk mengambil paket miliknya atas nama Miche Kaiser dengan PO Box 109.

“Saat itu terdakwa ditanya oleh petugas pos apakah paket ini milik terdakwa dan langsung dijawab iya oleh terdakwa,” kata Eddy Artha. Usai terdakwa mengambil kiriman tersebut, saat terdakwa tiba di parkiran Kantor Pos, terdakwa diringkus oleh petugas kepolisian dari Polda Bali.

Dalam dakwaan juga dipaparkan terkait siapa pemilik nama Miche Kaiser. Terdakwa pada bulan November tahun 2016 datang ke Kantor Pos untuk membuka Po Box. Terdakwa oleh petugas lalu diberi formulir. Nah, saat terdakwa mendaftar itulah terdakwa mengisi formulir seolah-olah terdakwa bernama Miche Kaiser.

Atas perbuatannya memasukkan narkotika ke Bali, terdakwa dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu Pasal 113 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment