Bukaloka Rangkul STIKOM Bali

Founder and Chief Exwcutive Officer (CEO) Bukaloka Aditya Santana (dua dari kiri) dan Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan (tiga dari kiri) memberi keterangan pers usai mendatangani MoU.

Denpasar-Founder and Chief Executive Officer (CEO) bukaloka.com Aditya Santana memilih merangkul STIKOM Bali ketimbang perusahaan lain untuk membesarkan bisnis Bukaloka.

“Sebelumnya ada tawaran dari vendor di Jakarta tapi saya memilih STIKOM Bali karena punya visi yang sama, ingin mengembangkan startup di Bali,” kata Aditya Santana usai menandatangani MoU dengan Dr. Dadang Hermawan, Ketua STIKOM Bali, di kampus Renon, Denpasar, Kamis (27/04).

Aditya mejelaskan dalam kerja sama ini, STIKOM Bali menempatkan jumlah modal tertentu dalam Bukaloka.

“Dengan investasi STIKOM Bali di Bukaloka bisa menciptakan nilaivaluasi Bukaloka sudah di atas Rp 1 miliar,” kata Aditya yang juga alumnus STIKOM Bali ini tanpa menyebut nilai penempatan modal  dari STIKOM Bali.  Nilai valuasi adalah seberapa besar perkembangan bisnis sebuah perusahaan dilihat dari nilai proyek dan asset yang dimiliki.

Ketika ditanya apa pertimbangannya memilih menggandeng STIKOM Bali, Aditya menjelaskan karena kebesaran nama STIKOM Bali sebagai perguruan tinggi IT terbaik dan jaringan atau network STIKOM Bali yang kuat sehingga diharapkan dapat ikut membesarkan bisnis Bukaloka.

Bagi SIKOM Bali tertarik dengan kerja sama ini, bukan semata Aditya adalah alumnusnya melainkan apa yang dilakukannya inline (sejalan) dengan pendidikan di STIKOM Bali yang menciptakan link and match.

“Selain itu, saat ini pemerintah mendorong perguruan tinggi negeri dan swasta untuk membuka unit-unit usaha yang bisa menjadi sumber pendanaan bagi kampusnya, sehingga kerja sama kami dengan Bukaloka nantinya bisa menjadi seumber pendanaan bagi STIKOM Bali,” kata Dadang Hermawan.

Dengan adanya kolaborasi antara STIKOM Bali dengan Bukaloka, Dadang berharap di Bali bisa tumbuh perusahaan IT yang bukan hanya berskala nasional melainkan internasional.

“Bukan hanya (perusahaan IT) di Jakarta, Bali juga bisa. Bali lebih terkenal dari Jakarta. Kita bisa go public melalui Jakarta Stock Exchange atau bahkan sekalian di New York Stock Exchange,” kata Dadang, serius

Yang menarik bagi STIKOM Bali, lanjut Dadang, para pengsuaha UKMK dapat mejual produk-produknya melalui Bukaloka, buka hanya untuk pasar Bali dan nasional tetapi seluruh dunia

Bukaloka merupakan situs jual beli online yang mendistribusikan produk dan jasa yang dilengkapi dengan platform generate toko online dan web instant dengan penyajian fitur yang sesuai dengan kebutuhan tipe bisnis sehingga memungkinkan untuk para penjual dapat membuat dan memiliki toko online atau website sendiri yang profesional secara gratis yang terintegrasi dengan marketplace bukaloka dari segi pengelolaan produk, order, metode pembayaran dan logistic. Sehingga tanpa harus melakukan upaya SEO / marketing, para pelaku UMKM dapat memiliki toko online yang ramai akan pengunjung dan ramai order. (rsn)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment