Aksi Pengeroyokan Supir Taksi Online Kembali Terulang

Ketua Paguyuba Taksi Online Bali I Wayan Suara. BNN/SID

Denpasar/BaliNewsNetwork-Aksi premanisme terhadap para supir takso online kambali terjadi.  Kali ini tiga sopir taksi online dikeroyok supir taksi konvensional di kawasan parkir Blok G, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Bali, Sabtu (22/4/2017) sekitar pukul 00.10 Wita dini hari.

Ketiga korban tersebut bernama Ipung (27), Miftahul Arifin (19) dan Muhammad Zainudin alias Jay (28). Akibat aksi pengeroyokan tersebut, mereka menderita sejumlah luka memar di tubuhnya.

Informasi yang berhasil dihimpun dari keterangan korban, kejadian itu bermula saat ketiganya bermaksud menjemput tamu dan kebagian parkir di Blok G, Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Awalnya penumpang yang mengorder taksi online ini ditarik ke belakang ketika hendak masuk ke dalam mobil. Hingga akhirnya terjadilah pengeroyokan.

Menurut keterangan salah satu korban, Ipung mengatakan, bahwa awalnya dia bermaksud menolong Mihtahul dan Jay yang saat itu tengah dikeroyok oleh kawanan pelaku.

“Saat itu Miftahul hanya berjarak 2 sampai 3 meter dari arah saya sedang dihajar oleh mereka. Dia terjatuh hingga dua kali karena pukulan yang diterimanya. Di sisi lain Jay yang berjarak sekitar 7 meter dari saya juga mengalami hal yang sama. Saya sempat bingung mau nolongin yang mana dulu. Akhirnya saya pilih menolong miftah baru kemudian Jay,” kata Ipung di Polresta Denpasar, Sabtu (22/4/2017) malam.

Ipung mengaku, dikepung 7 orang dan menjadi bulan-bulanan pengeroyok. Pihaknya sempat meminta maaf berkali-kali, namun pelaku tetap tidak memberinya ampun. Ipung juga mengaku, sempat dicekik, ditempeleng dan menjadi korban tending-tendangan sebelum akhirnya diancam akan ditusuk.

“Ada dua orang yang sangat saya hindari saat itu, yang gundul dengan pukulan paling keras dan satunya lagi yang mengancam akan menusuk saya. Saat itu saya sudah tidak peduli berapa banyak pelaku lain yang memukul saya. Yang penting saya terhindar dari mereka berdua,” katanya yang menolak untuk difoto, saat diwawancarai ini.

Merasa terdesak akhirnya Ipung berlari ke lahan kosong, hingga akhirnya pengeroyokan kembali terjadi dan dia jatuh tersungkur.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Taksi Online Bali (PTOB) I Wayan Suata mengapresiasi langkah KP3 Bandara I Gusti Ngurah Rai, Polresta Denpasar dan Polda Bali yang langsung mengamankan pelaku pengeroyokan anggotanya.

“Kami sinyalir pelakunya lebih dari lima orang dari tiga anggota koperasi diantaranya koperasi Trans Tuban, Lohjinawi dan Sapta Pesona,” ujarnya.

Menurut Suata, ketiga anggota koperasi tersebut seolah-olah yang berkuasa menguasai bandara.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian Polresta Denpasar menyebut, tiga orang pelaku pengeroyokan itu sudah ditangkap. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment