Waspada…, Ikan di Laut Makan Sampah Plastik

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau – pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balok Budiyanto dalam acara Gerakan Clean Up Underwater di Pantai Semawang, Sanur (berbaju coklat). BNN/SID

Denpasar/BaliNewsNetwork-Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Balok Budiyanto, menyebut jika sampah yang dibuang ke laut sangat berbahaya bagi pertumbuhan ekosistem ikan di laut.

Indonesia sendiri, katanya, merupakan negara penghasil sampah terbesar nomor dua di dunia, terutama sampah plastik. Meski belum ada kajian berapa jumlah sampah yang dibuang ke laut, namun penelitian akan adanya dampak tersebut pada satu kawasan yang ekosistemnya rusak karena sampah dibuang ke laut pernah dilakukan.

Beberapa daerah seperti di kawasan perairan Manado, Sulawesi Utara, perairan di Sulewesi Selatan dan Muara Angke, Jakarta Utara, katanya, telah terdeteksi jika ikannya telah memakan mikro sampah plastik.

“Di laut ini hasil kajian detail belum ada tapi teman-teman di Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumberdaya (BPPSDM) Kesehatan dan Unhas (Universitas Hasanudin) telah melakukan penelitian dan ditemukan ada ikan makan mikro plastik. Dan itu sangat bahaya kalau dikonsumsi manusia ini akan menimbulkan penyakit pada mina mata seperti di Jepang,” tandasnya di sela-sela aksi Gerakan Clean Up Underwater di Pantai Semawang, Sanur, Sabtu (22/4/2017), seranagkaian denan peringatan Hari Bumi.

Karena itu, pemerintah melalui KKP terus gencar melakukan aksi nyata untuk membersihkan sampah yang berada di laut.

Seperti diketahui, Bali dikenal dengan keindahan akan pantainya, karena itu perairan yang ada di Bali harus dijaga kebersihannya.

Pihaknya juga telah melakukan kampanye “Stop Buang Sampah ke Laut”. Aksi itu juga sudah dilakukan di perairan Cikidang, Jawa Barat dan di perairan Wakatobi juga sudah dilakukan dengan pelarangan buang sampah ke laut.

“Seperti diketahui pelabuhan perikanan samudera ada 6 unit, pelabuhan perikanan nusantara 30 unit dan pelabuhan di pangkalan ikan 300-an. Hal ini tentunya akan berpengaruh jika dilakukan larangan membuang sampah ke laut,” tandasnya. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment