Persoalan Batas Lahan, Warga dan TNI AURI Nyaris Bentrok

Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Warga Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan protes terhadap pemasangan batas lahan oleh anggota AURI, Kamis (20/4/2017).

Pemasangan batas itu menyulut kemarahan warga. Menurut warga, pemasangan batas tersebut sudah melanggar hak kepemilikan atas lahan mereka.

Tokoh masyarakat, Nikson Lakat mengatakan, kejadian berawal sekitar jam 09.00 Wita, beberapa anggota TNI AURI bersenjata lengkap mendatangi lahan dan melakukan pemasangan batas.

Melihat itu, warga pun langsung melakukan protes hingga nyaris bentrok dengan anggota TNI.

“Mereka mengklaim ini lahan mereka, padahal lahan ini kami sudah tempati puluhan tahun. Mereka datang membawa senjata lengkap menakuti kami,” ujar Nikson kepada balinewsnetwork.com, Kamis (20/4/2017).

Setelah melakukan protes, warga menuju kantor Desa Baumata Barat megadukan persoalan itu ke aparat desa.

“Sampai kapanpun kami akan terus mempertahankan hak kami,” kata Nikson.

Danlanud El Tari Kupang, Kolonel Pnb. Jorry Koloay, S. Ip membantah jika pihaknya melakukan intimidasi terhadap warga.

Menurut Jorry, anggotanya dipersenjatai karena melakukan kegiatan lintas medan.

“Tadi pagi ada dua kegiatan, lintas medan dan infentarisasi aset negara. Saat itu ada sekelompok warga yang merasa risih sehingga melakukan protes tetapi tidak ada insiden kekerasan,” ujar Jorry kepada wartawan, Kamis (20/4/2017).

Dia mengatakan, akan menanampung aspirasi warga jika proses pemasangan batas lahan dinilai menjadi ancaman terhadap warga.

“Apa yang kami lakukan merupakan perintah dari pimpinan untuk menjaga aset negara dan itu sudah sesuai sertifikat lahan. Intinya kami akan tetap menjaga aset negara,” jelas Jorry.

Pantauan wartawan, di kantor desa Baumata Barat, ratusan warga diterima Kepala Desa dan beberapa aparat kepolisian serta Pol PP. Proses audiens itu dijaga ketat aparat kepolisian. Namun, proses mediasi itu belum mendapatkan kesepakatan karena pihak AURI tidak hadir dalam pertemuan itu. (amar ola keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment