Tipu CPNS, Oknum Anggota DRPD Bali Akhirnya Diadili di PN Denpasar

Bagus Suwitra Wirawan. BNN/nusabali.com

Denpasar/BaliNewsNetwork-Setelah menunggu sekian lama, kasus dugaan penipuan rekrutmen CPNS dengan terdakwa Bagus Suwitra Wirawan (BSW) akhirnya sampai juga ke meja persidangan, Kamis (20/4). Dalam sidang pimpinan hakim Made Pasek itu dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Gusti Rai Artini.

Menariknya, setelah perkara yang menjerat anggota DPRD Bali asal Partai Gerindra ini dilimpahkan oleh jaksa ke Pengadilan Negeri Denpasar,  hakim yang menyidangkan perkara ini  tidak menahan BSW.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU, terdakwa BSW dijerat dengan dua pasal. Yaitu Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Terungkap dalam dakwaan jaksa, kasus tipu menipu ini  bermula saat terdakwa mengatakan kepada saksi Dewa Ayu Siki Erawati bahwa akan ada pembukaan calon PNS jalur khusus ini Departemen Perhubungan, dan terdakwa  mengatakan bisa membantu untuk meluluskan. Saksi Ayu Siki lalu bercerita kepada suaminya yang bernama Dewa Mande Suryarata dan didengara oleh salah satu korban.

Mendengar cerita itu, korban  bersama teman-temannya pada bulan Maret 2012 mencari terdakwa ke rumahnya di Jln. Ratna Gang IB No. 8 Denpasar dengan tujuan meminta bantuan  terdakwa untuk bisa masuk jadi PNS di Ditjen  Perhubungan Udara, Departemen Perhubungan RI.

Singkat cerita, para korban lalu sepakat untuk ikut tes PNS melalui jalur belakang. Untuk bisa lulus jadi PNS, korban harus menyerahkan uang sebesar Rp 150 juta.

Korban sepakat dan menyerahkan DP sebesar Rp 50 juta yang diterima oleh saksi Dewa Made Suryarata. Namun oleh saksi Dewa Made Suruarata, korban diminta untuk langsung mentransfer uang tersebut ke rekening terdakwa. Tapi karena korban tidak memiliki rekening, maka korban meminjam rekening saksi Dewa Made Surayrata untuk mentransfer uang tersebut ke rekening pribadi terdakwa.

Sedangkan untuk kekurangannya, saksi Dewa Ayu Siki meminta kepada korban untuk langsung mengirim ke rekening BCA milik terdakwa. Setelah dilakukan pembayaran, pada bulan Agustus 2012 korban bertanya kepada saksi Dewa Ayu kapan SK akan keluar yang dijawab saksi akan keluar pada 10 Oktober 2014.

Kemudian  terdakwa  menghubungi saksi Dewa Ayu Siki untuk meminta nomor telepon korban. Kemudian terdakwa meminta uang kepada korban sebesar Rp 20 juta dengan alasan untuk mengurus SK korban ke BKN.

Namun hingga 10 Oktober SK belum juga keluar, para korban mencoba mendatangi tersangka. Setelah yakin bahwa SK tidak akan keluar dan para korban mengalami kerugian total Rp 142 juta langsung melaporkan kasus ini ke polisi. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment