Denpasar/BaliNewsNetwork-Diduga dianiaya sekelompok kawanan geng motor, Andika Putra (21) seorang sopir mobil box pengantar sayur dicegat usai mengantar sayuran dari Pasar Badung pada Rabu (19/4) sekitar pukul 01.30 Wita dinihari tadi.

Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Cargo depan Gudang Buah Nomor 234, Denpasar.

Informasi yang berhasil dihimpun, menurut keterangan dari kepolisian korban usai mengantar sayur dari Pasar Badung dan hendak pulang ke rumahnya di Jalan Cokroaminoto Nomor 323, Denpasar.

Menurut keterangan korban, kata sumber kepolisian yang enggan namanya disebut ini, korban menerangkan bahwa sekitar pukul 12.30 Wita, mengendarai mobil box yang berisi sayur ke pasar.

Setelah itu korban langsung pulang, dan ketika sampai di kawasan Jalan Cargo, ada segerombolan anak muda menggendarai sepeda motor melaju di tengah jalan.

“Kata korban kurang 10 sepeda motor. Mereka berboncengan diduga mereka dalam keadaan mabuk dan tidak ada satupun yang dikenali korban,” kata sumber Kamis (20/4/2017).

Korban mengaku tidak bisa lewat, akhirnya ia menyembunyikan klakson serta lampu jauh dekat (deem), agar para pelaku minggir. Sayang tak di gubris juga. Akibat hal itu, korban terpaksa mengikuti mereka dari belakang, yakni laju mobil di perlahan.

“Hampir 200 meter akhirnya mereka membuka haluan sehingga korban sedikit menancap gas untuk mendahului gerombolan itu,” bebernya.

Namun saat hendak mendahului, justru para pemuda ini berusaha untuk menghalangi kelajuan mobil. Akibatnya mobil hampir menabrakan beberapa kendaraan yang menghalagi laju mobil tersebut.

“Untungnya korban tancap rem sehingga ia tidak menabrak pengendara yang coba menghalangi kendaraannya itu. Saat itu, klakson terus dibunyikan hingga para geng motor ini menghindar ke pinggir jalan, barulah korban berhasil melewati aksi ugal-ugalan itu,” bebernya.

Diduga karena tersinggung dengan klakson, para pelaku mengejar korban. Setibanya di TKP korban dihadang.

“Mobil korban diberhentikan dengan paksa, bak sinetron. Sopir disuruh turun dan terjadi pertengkaran selanjutnya pelaku secara bersama-sama memukul korban, sehingga korban nyaris tewas,” tutur sumber.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka di bagian pelipis kanan, memar di bagian mata sebelah kanan.

“Bukan hanya itu, korban ditusuk dengan benda tajam di bagian leher belakang sehingga mengalami luka terbuka,” kata sumber.

Setelah melakukan aksi anarkis itu, para pelaku langsung kabur. Korban pulang ke kos temannya lalu diantar ke Rumah Sakit Sanglah.

“Diduga kuat pelaku merupakan komplotan geng motor. Kita masih dalami,” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra RA yang dikonfirmasi, membenarkan peristiwa itu. Namun Aan membantah jika peristiwa itu merupakan penganiayaan berat dengan menggunakan senjata tajam.

“Tidak ada senjata tajam, ini terkait 351 KUHP atau penganiayaan ringan dan kita masih dalami. Untuk pelaku belum tertangkap, tidak ada penusukan, hanya dianiaya,” katanya.

Ditanya apakah itu benar sekelompok geng motor yang melakukannya. Aan Saputra membantahnya.

“Belum ketangkap pelaku sudah bilang geng motor, gimana kalau mahasiswa yang jengkel sama pengendara. Korban ditusuk itu belum tentu sajam coba kalau kayu atau bambu ayook,” kilahnya. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment