Jalan Trans Pantura Sikka Kian Memprihatinkan dan Terancam Putus

Inilah kondisi jalan nasional di pantai utara Kabuapten Sikka, NTT. BNN/Yunus Atabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Penetapan status jalan menjadi  jalan strategis nasional, jalan negara, jalan provinsi dan jalan kabupaten membuat kondisi jalan Trans Pantai ‎Utara Kabupaten Sikka kian terlantar dan terancam putus di beberapa titik.  Kondisi ini membuat sepanjang jalan itu menjadi rawan kecelakaan akses transportasi terhambat.

Di saksikan BNN Selasa (18/4/2017) cross way di kali Nangarasong, yang juga merupakan pembatas wilayah Desa Kolisia A dan Desa Kolisi B, Kecamatan Magepanda, ambruk saat diterjang banjir bandang belum lama ini. Akibatnya jalan terancam putus karena sebagian cross way ambruk sepanjang 20 meter. Bagian lain cross way yang masih tersisa sudah mengelami keretakan panjang yang berpotensi ambruk.

Selain itu, di Tanjung, Desa Kolisia B,  tanggul penahan gelombang ‎sepanjang 200 meter juga ambruk di beberapa titik karena abrasi akibat sebagai dampak ikutan gelombang pasang menggerus sebagian badan jalan.

Hal yang sama terjadi di Dusun Magelo’o dan Dusun Koro, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda. Jalan terancam putus karena sebagian badan jalan tergerus abrasi gelombang pasang, akibat ambruknya turap penahan gelombang. Kondisi ini membuat akses transportasi terhambat dan rawan kecelakaan terutama pada musim hujan dan pada malam hari.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sikka Agustinus Boy Satrio, ST, kepada BNN mengatakan dalam nomenklaturnya jalan Trans Utara Kabupaten Sikka adalah jalan strategis nasional. Dengan demikian seluruh biaya pemeliharaan termasuk biaya pembangunan bangunan pelengkap seperti drainase dan turap penahan gelombang bersumber dari APBN.

“Kalaupun daerah punya dana tidak bisa kerjakan karena jalan itu masuk dalam nomenklatur jalan strategis nasional yang seluruh pembiayaannya dari APBN. Kita disalahkan kalau kita membiayai dari keuangan daerah, karena itu kewenangan pusat,” kata Agustinus Boy Satrio.

Secara terpisah, anggota Komisi V DPR RI Syahrulah Pua Sawah membenarkan bahwa sebelumnya jalan Pantura Flores masuk dalam nomenklatur jalan strategis nasional tetapi saat itu  oleh pemerintah nomenklatur jalan strategis nasional itu sudah dihapus.

Dengan demikian, lanjut Syahrulah Pua Sawah, Komisi V DPR RI terus berkoordinasi dengan Kementerian PU dan PR untuk segera menghapus seluruh status jalan, baik jalan negara, propinsi maupun jalan kabupaten agar persoalan jalan Pantura Sikka segera teratasi.

“Kita dari komisi V sudah berulang kali panggil untuk rapat dengar pendapat dengan Kementerian PUPR, kita minta supaya pemerintah segera hapus status jalan, sehingga daerah tidak menunggu dana dari pusat,” kata anggota Komisi V DPR RI. (Yunus Atabara)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment