Diotopsi, Luka Pisau di Urat Pembuluh Nadi Leher Mistari sebabkan Kematian

Pelaku Rahmat Taufik mendapat perawatn medis  di RSUD  Wangaya Denpasar. bnn/sid

Denpasar/Kepolisian Polsek Denpasar Barat (Denbar) merilis hasil otopsi jenazah  Mistari (33), korban pembunuhan oleh temannya sendiri, Rahmat Taufik,  di Jalan Karya Makmur, Gang Mukuh Sari No.2 Denpasar, pada Jumat (14/4/2017) dini hari lalu.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra menjelaskan, otopsi dilakukan di ruang otopsi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu (16/4/2017) sekira pukul 10.00 Wita.

Dijelaskan, otopsi dipimpin oleh dokter Hengky dan tim berjumlah enam orang serta para coas atau dokter muda.

“Hasilnya perkiraan kematian korban tanggal 14 April 2017 pukul 00.30 sampai pukul 06.30 Wita. Ditemukan luka pada leher sisi kiri lengan kanan, tungkai paha kanan bagian belakang, pinggang kanan, kepala bagian depan sisi kanan, semua luka akibat senjata tajam,” ujarnya di Denpasar, Minggu (16/4/2017).

Dijelaskannya, yang mematikan adalah pada leher sisi kiri yang memotong pembuluh nadi leher bagian belakang sisi kiri setinggi luas tulang belakang leher ke 5.

“Organ dalam seluruhnya pucat menunjukkan korban meninggal akibat pendarahan. Ditemukan juga darah dalam saluran nafas hingga paru, menunjukkan korban sempat posisi tegak,” jelasnya.

Ditanya apakah ada motif lain selain pelaku cemburu, Aan Saputra mengaku akan mendalaminya.

“Termasuk perihal ada kemungkinan luka di tubuh pelaku itu karena disayat oleh pelaku sendiri,” tukasnya.

Seperti diberitakan, tukang cuci bus Borobudur Mistari (33) kelahiran Jember, tewas dibunuh temannya sendiri. Korban tewas dengan mengalami pendarahan hebat di leher, akibat tusukan pisau milik Rahmat Taufik (34) asal Jember.

Diduga korban dibunuh lantaran telah melakukan perselingkuhan dengan istri pelaku bernama Yunita. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment