Terbukti Miliki Narkoba, Guru Senam Divonis 4 Tahun Penjara

Foto: bnn/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Dwi Hariyanti alias Mei Jia (39), tak bisa menahan air matanya saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada Rabu (12/4). Dalam sidang, terdakwa ketangkap basah memiliki narkotika jenis sabu ini dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan 800 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Majelis Hakim PN Denpasar.

Majelis Hakim pimpinan Novita Riama menilai, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana yang tercantum dalam dakwaan primer dari  Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelum menjauhkan putusan, majelis terlebih dahulu membacakan hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang tengah memberantas narkoba. Sedangkan yang meringankan, majelis hakim memandang terdakwa selama persidangan bersikap sopan dan terdakwa menyesali perbuatannya.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap terdakwa dengan penjara selama 4 tahun dikurangi masa tahanan,” tegas Majelis hakim saat membacakan putusanya. Vonis ini memang lebih ringan dari tuntutan JPU I Dewa Narapati yang menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan denda 800 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan.

Merespon putusan tersebut, JPU dan terdakwa yang saat itu tidak didampingi oleh kuasa hukumnya Ahmad Hadiyana dkk menyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan padanya. Dwi Hariyanti merupakan kekasih dari kurir narkoba bernama Mulyawan (terdakwa dalam berkas terpisah). Keduanya diringkus pada 13 November 2016 lalu  oleh pihak Kepolisian Polres Badung.

Penangkapan terdakwa bermula saat petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seorang pria bernama Mulyawan (terdakwa dalam berkas terpisah) diduga memiliki sabu. Lalu, petugas melakukan penyelidikan dengan membuntuti mobil Datsun berwarna biru yang dikendarai oleh Mulyawan. Kebetulan, saat itu Mulyawan bersama terdakwa Dwi Hariyanti berada satu mobil untuk pergi mencari makan di Warung Kedaton.

Sebelum berangkat mencari makan, Mulyawan sempat menitipkan lima klip sabu kepada terdakwa yang disimpan di dalam dompet dan diletakkan terdakwa di dalam tas berwarna putih. Saat diperjalanan hendak mencari makan tersebut, Mulyawan berhenti di Jalan Buluh Indah Denpasar dan mengambil bungkusan hitam, sedangkan terdakwa berada di dalam mobil.

Tidak lama kemudian, terdakwa melihat Mulyawan sedang dipegang anggota kepolisian Polres Badung. Kemudian, terdakwa keluar dari mobil lalu ikut diamankan petugas bersama kekasihnya. Polisi yang melihat gelagat terdakwa mencurigakan, langsung menggeledah isi tas putih yang dibawa Dwi dan berhasil menemukan lima klip sabu dengan berat masing-masing klip satu 0,34 gram, 0,37 gram (klip kedua), 0,35 gram (klip ketiga), 0,15 gram (klip keempat) dan 0,21 gram (klip kelima). Kepada Polisi terdakwa mengaku jika sabu-sabu itu milik kekasihnya Mulyawan. (pro)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment