Penganiaya Ibu Kandung Jaksa Divonis 2 Tahun Penjara

Terdakwa Putu Eka Putra. bnn/dok

Gianyar/BaliNewsNetwork-Putu Eka Putra (34) yang menjadi terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap Ni Ketut Gulung, ibu kandung seorang jaksa di Kejati Bali dan sekaligus merusak rumahmya, akhirnya divonis 2 tahun penjara dalam siding di PN Gianyar, Rabu (12/4)

Dalam amar putusannya, majelis hakim pimpinan Ayu Sri Ardiyanti menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alit Suastika yang menyebut terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pengerusakan dan penganiayaan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (2) dan 406 ayat (1) KUHP. Namun majelis tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dituntut oleh jaksa, yang sebelumnya menuntut 3 tahun 6 bulan (3,5) tahun.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun,” kata hakim Ayu Sri Ardiyanti dalam amar putusanya.

Sebelum menjatuhkan putusan, majelis terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.

Yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat korban mengalami luka yang cukup serius. Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum serta mengakui kesalahanya.

Atas putusan itu, baik jaksa maupun terdakwa yang tidak didampingi kuasa hukum itu menyatakan menerima.

“Kami menerima putusan itu, dan terdakwa juga menerima,” kata jaksa Alit Suastika yang ditemui usai sidang.

Seperti diberitkan sebelumnya, jaksa Alit Suastika menuntut terdakwa dengan pidana penjara salam 3,5 tahun.

Dalam surat tuntutanya, jaksa pada Kejati Bali itu menyatakan terdakwa Eka Putra yang merupakan cucu korban terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebakan Ni Ketut Gulung mengalami luka berat dan pengerusakan terhadap rumah korbam.

Peristiwa yang menimpa korban terjadi pada hari Rabu 9 November 2016 sekitar pukul 22.30 Wita. Saat itu terdakwa dengan membawa sebuah rotan berukuran 100 meter mendatangi rumah korban yang beralamat Banjar Selat, Desa Buahan Kaja, Panyangan, Gianyar.

Tanpa alasan yang jelas, terdakwa langsung memukul kaca jendala rumah mengunakan rotan hingga pecah. Tak cukup dengan itu, terdakwa kemudian menghampiri kamar tidur korban dan langsung menarik rambut korban kemudian menyeretnya keluar dari kamar. Akibatnya, korban mengalami luka lecet di hampir sekujur tubuh hingga mengalami patah tulang iga sebelah kiri sebanyak 3 ruas.

Beruntung, saat itu ada dua orang saksi, yaitu I Wayan Gede Berlin dan I Made Dipa Umbara yang melihat kejadian itu,  langsung melepas tangan terdakwa yang masih menjabamk rambut korban.

Akibat pebuatan terdakwa, korban yang sudah renta itu mengalami luka-luka dan patah tulang iga sehingga korban harus dirawat di RSUP Sanglah selama 5 hari. (Pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment