Rekanan Kerja Asal Jadi, Ruas Jalan Hale-Kilawair Rusak setelah PHO

Inilah salah satu titik pada ruas jalan Hale-Kilawair yang rusak setelah PHO. bnn/yunusatabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Pemerintah diminta untuk memberikan teguran keras kepada setiap rekanan yang kerjanya asal jadi. Karena hal itu akan berdampak pada rendahnya mutu setiap paket pekerjaan proyek, seperti halnya ruas jalan Patiahu – Kilawair, dan ruas jalan Hale – Kilawair yang dikerjakan oleh PT Waigete Abadi; ruas jalan Hebar – Habi Bola yang dikerjakan oleh PT Nusa Tenggara Jaya, dimana pekerjaan kualitasnya sangat buruk dan sudah terjadi kerusakan pada beberapa lokasi setelah dilakukan PHO.

Melihat kualitas pekerjaan pada ruas jalan tersebut, pemerintah diminta segera memberikan teguran keras kepada rekanan yang bekerja asal jadi dan tidak mempertimbangkan mutu pekerjaan sesuai perencanaan dan petunjuk teknis yang dibuat oleh pemerintah.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, SP, di ruang kerjanya, saat dikonfirmasi terkait pemandangan akhir Fraksi Golkar dalam sidang paripurna DPRD yang menyoroti beberapa ruas jalan hotmix yang sudah rusak‎ setelah dilakukan PHO.

“Kepada rekanan yang kerjanya asal jadi harus diberikan teguran keras, bila perlu tidak usah dikasih kerja lagi oleh pemerintah. Apa jadi pekerjaan kalau baru satu atau dua bulan setelah dikerjakan sudah rusak,” tegas Ketua DPRD Sikka ini.

Oleh karena itu lanjut Ketua DPRD Sikka 2 periode itu, pemerintah harus tegas dalam memberikan sanksi kepada rekanan yang kerjanya tidak benar.

Selain sanksi, menurut Ketua DPRD Sikka, pemerintah harus mendorong seluruh proyek yang bermasalah agar rekanan yang kerjanya asal jadi diproses secara hokum untuk memberikan efek jera kepada rekanan yang bermasalah.

“Kalau rekanan bermasalah harus didorong pada proses hukum, agar meminimalisir adanya pekerjaan asal jadi di wilayah Kabupaten Sikka. Dalam hal ini masyarakat sangat dirugikan, karena tidak menikmati pembangunan yang dilakukan pemerintah karena ulah rekanan,” tegas Rafael Raga

Hal senada dikatakan Alexander Agato, anggota DPRD Sikka dari Fraksi NasDem, bahwa ruas jalan Hale – Kilawair yang dibangun dengan dana sebesar Rp 11 miliar lebih, hampir sebagian besar sudah mengalami kerusakan, seperti aspal terbelah, bahkan ada tanah yang turun karena tidak dilakukan pemadatan yang maksimal oleh rekanan.

“Baru berapa bulan selesai dikerjakan sudah rusak, hal ini merugikan keuangan negara, terutama masyarakat yang tidak menikmati program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Agato

Menurut Agato, berdasarkan hasil turba DPRD guna memantau  berbagai pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, rekanan selalu beralasan dengan masa pemeliharaan proyek. Karenanya,  Agato meminta ketegasan pemerintah dalam menjatuhkan sanksi kepada rekanan yang bekerja asal jadi.

“yang dimaksud pemeliharaan adalah sesuatu kerusakan pekerjaan yang disebabkan bencana alam dan hal lainnya dan bukan berarti masa pemeliharaan menjadi alasan bagi rekanan untuk kerja asal jadi,” tegas Agato

Terpisah, Plt. Kepala Dinas PU Kabupaten Sikka, Agustinus Boy Satrio, ST, kepada BNN menyampaikan pekerjaan ruas jalan Hale – Kilawair yang dikerjakan oleh PT Waigete Abadi, pemerintah sudah memintah kontraktor untuk segera menyelesaikan kerusakan itu dalam masa pemeliharaan.

Apabila dalam masa pemeliharaan rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut, maka pemerintah akan menjatuhkan sanksi sesuai regulasi dan aturan yang ada.

“Kerusakan yang terjadi dalam masa pemeliharaan kita sudah minta rekanan untuk selesaikan, tetapi kalau tidak diselesaikan pemerintah akan mengambil sekap sesuai aturan dan regulasi yang ada,” kata Boy Satrio (Yunus Atabara)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment