Rekanan Telantarkan Pembangunan Gedung SDN Kolit – KBM di Ruang Darurat

Suasana ruang kelas darurat SDN Kolit, Boganatar, Sikka, NTT. Bnn/yunusatabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Proyek pembangunan gedung SDN Kolit, Jalan Frans Lebu Raya, Desa Ojang, Kecamatan Talibura, terbengkalai karena ditelantarkan oleh rekanan, CV Raihan selaku pemenang tender pembangunan gedung tersebut. Akibatnya,  kegiatan belajar mengajar (KBM) puluhan siswa terpaksa dilakukan di bangunan darurat,  gedung posyandu dan gedung UPT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  NTT.

Berdasarkan informasikan yang berhasil dihimpun BNN di SDN Kolit menyebutkan, bangunan tersebut dikerjakan oleh CV Raihan, perusahaan milik Rofinus Suta, pada bulan september 2016. Namun hingga bulan Desember 2016, belum dapat diselesaikan pembangunannya, sehingga mendapat penambahan waktu 50 hari kerja untuk melanjutkan pengerjaan gedung tersebut. Ternyata juga tidak selesai

Gedung SDN Kolit yang ditelantarkan rekanan

Gedung SDN Kolit ditelantarkan rekanan CV Raihan

Salah seorang warga, Hery Nganggur, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi pembangunan gedung sekolah tersebut  mengatakan, rekanan jarang ke lokasi proyek sejak bulan september 2016. Tenaga kerjanya hanya beberapa orang saja, sehingga lambat pembangunannya. Selain itu consultannya jarang ke lokasi sehingga bangunannya miring, pengerjaannya asal jadi.

“Upah tukang saja masih banyak yang belum dibayar, makanya tukang tidak kerja maksimal. Tukang tahan mesiN molen karena belum dibayarkan upah,” kata Hery yang mengaku kecewa atas ulah rekanan

Pantauan BNN, bangunan yang terdiri dari 4 ruang kelas itu berbentuk leter L. Atapnya belum selesai, plafon belum selesai dipasang, bangunan baru dua sisi di bagian luar yang diplester, bagian dalam seluruhnya belum diplester, tanah urukan, lantai belum ada. Dua tiang beton bagian depan belum terpasang, pintu dan jendela belum ada. Plafon di salah satu ruang kelas nyaris ambruk.  Di teras depan sekolah serta sekeliling halaman sekolah dipenuhi rumput liar

Para guru SDN Kolit saat ditemui di  Kapela Antonius dari Padua, Stasi Paroki Boganatar, menyampaikan hal senada.  Para guru menyayangkan terbengkalainya gedung tersebut, karena ulah rekanan. Karena ulah rekanan itu sehingga  para guru SDN Kolit terpaksa harus melakukan kegiatan KBM di ruang darurat dan fasilitas umum lainnya

“Kami sampai saat ini masih menempati bangunan darurat yang dibangun swadaya oleh masyarakat dan menumpang di balai desa dan kantor UPT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT yang tidak dipergunakan,” kata Laurens Pala, S.Pd., salah seorang guru SDN Kolit.

Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP sebelumnya dalam pidato penutupan rapat paripurna II masa sidang II DPRD Sikka, Jumat (7/3/2017) malam mempersoalkan pembangunan SDN Kolit yang tidak rampung serta beberapa proyek lainnya seperti Puskesmas Palue, Kantor Camat Bola, dan proyek-proyek strategis dan vital lainnya.

“Pemilihan rekanan kontraktor pelaksana, konsultan perencana dan konsultan pengawas selain berkualitas dan memiliki modal serta moral yang tinggi, juga harus memiliki integritas yang tinggi. jujur dan ikhlas untuk membangun Sikka ini, bukan kontraktor yang hanya semata-mata mengejar keuntungan dan tidak memiliki rasa tanggungjawab sedikitpun terhadap pekerjaan yang dilaksanakan,” tegas Rafael Raga.

Rafael Raga meminta terhadap kontraktor yang tidak bertanggungjawab agar diberikan sanksi yang tegas, bukan hanya dilakukan dengan pemutusan kontrak dan denda akan tetapi sanksi pidana juga harus dikenakan kepadanya  sehingga memiliki efek jera karena dari kelalaiannya berdampak pada hilangnya asas manfaat. (yunusatabara)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment