Mahasiswa Hukum di Denpasar Jualan Sabu, Ditangkap

Tersangka saat rilis bersama tersangka lainnya. Foto: bnn/sid.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Diduga stres tidak diterima jadi tentara dan polisi, Putu Agus Wiranata (22), mahasiswa fakultas hukum perguruan tinggi swasta di Denpasar, nekat menjadi pengedar sabu.

Mahasiswa semester 8 ini ditangkap petugas berkat dari penyelidikan dan penangkapan tersangka sebelumnya berinisial PA (17).

Tak tanggung-tanggung petugas menyita 19 paket sabu, dengan berat bersih 87, 39 gram netto di Jalan Pulau Moyo, Gang Subak Sari, Pedungan, Denpasar Selatan, Kamis (6/4) sekitar pukul 17.00 Wita.

Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana, menerangkan tersangka mendapatkan sabu dari KMK, yang berada di LP Kerobokan.

“Tersangka dijanjikan uang jika sabu tersebut sudah habis terjual, akan mendapatkan upah. Jadi modusnya dia ini mengambil barang dari ekpedisi paket berupa sepatu,” jelasnya saat rilis di Polresta Denpasar, Senin (10/4).

Ditambahkan Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Kompol I Gede Ganefo menjelaskan, tersangka mengaku baru sekali mendapatkan barang dari KMK.

“Pelaku kenal dengan KMK yang ada di LP Kerobokan, dari online. Katanya, si baru sekali mengambil paket berisi sepatu dari Bogor ini,” jelasnya.

Foto: bnn/sid.

Foto: bnn/sid.

Sementara pengakuan tersangka Putu, diimingi upah oleh KMK jika berhasil menjual 50 gram sebesar Rp 10 juta.

“Saya jual satu gram Rp 2,5 juta dan dapat upah Rp 10 juta kalau berhasil jual 50 gram,” ujar tersangka.

Hasil pengembangan PAW petugas kemudian menangkap tersangka lainnya yang berinisial MNK (17) seorang pengedar dan pemakai dan pelaku lainnya SPD (29) pemakai.

“Mereka saling keterkaitan satu lainnya,” kata Wakapolresta.

Kepada PAW, dijerat pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment