Jalan Nasional Maumere – Larantuka Nyaris Putus, Jelang Paskah Belum Diperbaiki

Salah satu titik longsor di jalan nasional Maumere-Larantuka belum diperbaiki.Padahal tinggal dua hari lagi umat Katolik seluruh Indonesia berbondong-bondong ke Larantuka mengikuti prosesi Semana Santa hingga Hari Raya Paskah, Minggu , 16 April 2017. Bnn/yunusatabara

Mamumere/BaliNewsNetwork-Ruas jalan Maumere – Wairunu, yang merupakan jalan negera yang menghubungkan Maumere, Kabupaten Sikka, dan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, nyaris putus di beberapa titik karena longsor. Sayangnya menjelang prosesi tahunan Semana Santa di ‎Larantuka pada perayaan Paskah,  belum ada langkah perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah.

Pantauan BNN Sabtu (8/4/2017) kondisi jalan negara tersebut persis di kawasan hutan lindung Wuko Lewo Loro, terdapat 4 titik ruas jalan yang nyaris putus karena longsor saat musim hujan sebelumnya. Terpantau di beberapa titik, setengah badan jalan ambrol, yang saat ini oleh pemerintah hanya menimbun tanah dibagian badan jalan yang longsor agar bisa dilewati kendaraan.

JALAN MAUMERE-LARANTUKA2Selain itu pada titik yang rusak parah di mana sebagian besar badan jalannya ambrol, terlihat pemerintah membuat pagar bambu di sisi jalan,  untuk menahan tanah timbun agar tidak terjadi longsor. Kendati demikian, upaya itu tidak mampu menahan tanah timbunan, karena terlihat badan jalan terbelah dan semakin turun.

Kondisi ini membuat para pengendara kendaraan yang melintasi jalan itu ekstra hati hati. Selain terjadi kerusakan jalan, juga terdapat batu lepas yang berhamburan di badan jalan. Hal itu membuat wilayah tersebut menjadi rawan kecelakaan.

Salah seorang pengemudi ekspedisi Maurits Jogo yang berhasil diwawancarai BNN di lokasi jalan negara yang terancam putus ‎itu mengatakan,  jalan negera tersebut baru beberapa bulan diperbaiki namun sudah mengalami kerusakan parah. Menurut Maurits, kerusakan itu  sudah terjadi sekitar 4 bulan sebelumnya namun hingga saat ini belum ada langkah perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Padahal jalan ini baru saja selesai dikerjakan, tidak sampai beberapa bulan sudah rusak parah. Apalagi kalau kita lewat malam dan saat hujan rawan celaka di tempat ini,” kata Maurits, yang mengaku setiap minggu lewat di jalan itu untuk mengantar barang dari Maumere ke Larantuka.

Titik longsor lainnya yang juga dibiarkan saja

Titik longsor lainnya yang juga dibiarkan saja

Yohanis Fernandez yang mengaku berdomisili di Labuan Bajo, Manggarai Barat, ‎yang hendak ke Larantuka untuk mengikuti prosesi Semana Santa menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan masa bodoh dengan kondisi jalan negara tersebut menjelang perayaan prosesi Semana Santa di larantuka

“Ini bahaya sekali, karena H-1 perayaan Semana Santa di Larantuka banyak sekali pengendara, baik motor atau mobil yang ke Larantuka untuk ikut prosesi. Apalagi banyak anak muda yang suka konvoi dengan motor, ini rawan kecelakaan,” kata Fernandez.

Fernandez berharap pemerintah segera pasang rambu-rambu yang memberi syarat kepada pengendara terkait adanya jalan yang terancam putus. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kepada pengendara terutama pada malam hari.

Sebelumnya PPK Satker 64 Ras jalan Maumere-Wairunu, Dirmala kepada BNN menjelaskan, dalam tahun anggaran 2017, melalui dana APBN menganggarkan biaya pemeliharaan jalan dan jembatan.

Menurut Dirmala kegiatan tersebut sudah ada pemenangnya, yakni PT Catur Tunggal untuk peningkatan jembatan, serta PT Waigete Abadi dan PT Nusa Tenggara Jaya untuk pemeliharaan jalan dan drainase. (yunusatabara)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment