Cabuli Anak SD, Ketut Ditahan Polisi

I Ketut mengenakan baju putih, udeng puting tersangka pencabulan anak di bawah umur dari Kecamatan Kediri Tabanan saat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian Polres Tabanan. Foto: bnn/ist.

Tabanan/BaliNewsNetwork-I Ketut (36) wiraswasta asal Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan ditetapkan sebagai tersangka kasus pecabulan terhadap anak dibawah umur  Ni Putu (13) siswa kelas VI SD.

“Setelah kami mintai keterangan korban, pelapor, saksi, dan tersangka. Hari ini tersangka Ketut kami tahan,” jelas Kabaghumas Polres Tabanan  AKP I Putu Oka Suyasa, Minggu (9/4).

AKP Oka Suyasa menjelaskan, kasus pecabulan ini terungkap atas laporan polisi nomor : LP / 14 / IV / 2017/Bali/ Res. Tbn/ Sek.Kediri, tanggal 4 April 2017. Dalam laporanya ke Polsek Kediri, pelapor Ni Made (32) alamat Kecamatan Kediri, Tabanan menjelaskan pada hari Selasa (4/4) sekira jam 10.51 Wita pelapor yang bekerja freeland di Salon Ira, ditelepon oleh terlapor karena ada tamu. Mengingat saat itu korban ingin beli pakaian maka pelapor mengajak korban ke salon dengan maksud selesai melayani tamu di salon, langsung berangkat ke Pasar kediri.

Karena terlapor tidak ingin pelapor membawa korban ke salon, maka korban disuruh menunggu di warung lalapan. Sewaktu pelapor melayani tamu (massage) di salon, kemudian terlapor mendekati dan merayu korban untuk berpacaran dengn terlapor dan diajak ke belakang rumah kosong di perumahan belakang salon. Saat itu korban setuju. Selanjutnya terlapor mencium bibir korban, menghisap payudara sebelah kiri, kemudian menyuruh korban mengisap kemaluan terlapor sampai keluar air mani. Setelah itu terlapor mengajak korban berhubungan badan dengan cara dipangku, namun sebelum alat kelamin terlapor masuk ke vagina korban datang pelapor yang juga ibu korban, mencari dan memanggil-manggil korban. Pelapor kemudian menermukan korban bersama terlapor. Karena curiga dan tidak terima perbuatan terlapor, maka pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kediri. “Penanganan perkara ini ditarik  ke unit PPA Satreskrim Polres Tabanan hari kamis tanggal 6 April 2017,” jelas AKP Oka Suyasa.

Selain menahan tersangka pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa, satu celana pendek Jean, satu celana dalam satu  baju warna orange, satu  pakaian dalam, dua  handphone merek evercros dan blackberry, satu  celana pendek pria dan satu baju pria.

AKP Oka Suyasa menambahkan,  pasal yang disangkakan : 82 ayat (1)  UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. “Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak  5 miliar rupiah,” jelasnya. (ram)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment