Turab Penahan Kali Namang Kewa Jebol, Puluhan Rumah Terendam Banjir

Rumah warga yang terendam air akibat turab penajan banjir kali Namang Kewa jebol. bnn/yunusatabara

BanjirMaumere/BaliNewsNetwok-Intensitas curah hujan yangt cukup tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Sikka mengakibatkan banjir. Turab penahan kali Namang Kewa sepanjang 12 meter dangan ketinggian 4 meter, yang dibangun pemerintah tahun 1995 silam, jebol karena tak sanggup menahan lajunya banjir, sekitar pukul 05.00 Wita dini hari, Minggu (2/4/2017).

Akibatnya lahan pertanian warga dan puluhan rumah terendam banjir. Selain itu, puluhan sumur gali milik warga ikut terendam dan penuh dengan lumpur dan sampah. Buntutnya warga RT 06 RW 03, Desa Namang Kewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka selain rumah terendam air, juga kesulitan memperoleh air bersih.

IMG_20170402_151423xKetua RT 06, RW 03, Maria Levita, mengatakan ada10 rumah warganya yang terendam banjir serta ada 8 sumur gali yang ikut terendam dan penuh dengan lumpur. 10 rumah yang tergenang air tersebut akibat beberapa bangunan gedung yang dibangun dengan pagar tembok yang tinggi, sehingga air terbendung dan menggenangi rumah warga

“Kalau dulu kami tidak pernah tergenang, sekarang hujan sedikit saja langsung tergenang. Sumur semua penuh sampah dan lumpur, kami kesulitan air,” kata Maria Levita.

Selain di Namang Kewa, di Dusun Waiara terdapat 30 rumah warga tergenang. Selain menggenangi rumah warga juga sumur dan kuburan yang ada di sekitar pemukiman warga. Tanaman milik warga juga terendam air.

“Lumpur masuk sampai dalam rumah. Jangankan masak, mau ke WC saja susah, karena WC kami terendam air setinggi lutut,” kata Sabinus Moa, warga Dusun Waiara.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun BNN di lokasi, warga yang terendam banjir menyebutkan jebolnya turab penahan kali Namanh Kewa itu akibat terjadinya penambangan pasir secara ilegal oleh warga sekitar.

IMG_20170402_134752Penuturan warga bahwa pelaku tambang pasir ilegal tersebut sudah berulang kali diperingatkan oleh pemerintah desa dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka, namun tidak pernah diindahkan.

“Sudah sering diperingatkan bahkan dari BLH pasang papan larangan tetapi pemilik lahan tetap tambang pasir, sehingga turab jembol karena sudah gantung vondasinya,” kata Marsel Isak, warga Namang Kewa.

Atas peristiwa tersebut wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar yang didampingi Kadis PU Agustinus Boy Satrio, turun langsung memantau kondisi bencana di lapangan. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment