Usai Tusuk Perut Bayinya, Ibu Muda ini Tusuk Perut Sendiri

Ni Putu Dian Widhi Antari dirawat di RSUD Mangusada, Kapal. Bnn/ist.

Badung/BaliNewsNetwork-Diduga depresi, seorang ibu tega menusuk anak kandungnya, seorang bayi yang masih berumur 1 bulan, 13 hari di Banjar Sengguan, Desa Penarungan, Mengwi, Badung.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadiannya pada Kamis (30/3/2017) sekira pukul 24.30 Wita. Bayi tersebut adalah I Putu Raditya Prasetya, jenis kelamin laki-laki, yang merupakan anak dari Ni Putu Dian Widhi Antari (22), seorang karyawan hotel.

Menurut sumber di Polsek Mengwi, sang ibu menusuk perut bayi laki-lakinya itu dengan menggunakan pisau. Usai menusuk perut anaknya, ibunya pun menusuk perutnya sendiri.

Sumber menjelaskan, adik pelaku Kadek Febi Antari yang menjadi saksi peristiwa berdarah itu mengatakan, pada hari kejadian saksi tidur bersama dengan pelaku, Rabu (29/3/2017) sekira pukul 22.30 Wita.

“Sekitar pukul 24.30 Wita, pelaku keluar kamar sambil teriak-teriak minta tolong mengatakan ada orang besar membekap pelaku dan bayinya,” ujar di Polsek Mengwi ketika  dikonfirmasi.

Pada saat itu saksi (adik pelaku-red)  bangun dan melihat pelaku roboh di depan kamar mandi. Kemudian datang bapak pelaku mengangkat pelaku.

“Saat mengangkat pelaku ternyata dia juga melihat perut pelaku berdarah, jadi usai tusuk perut bayinya, ibunya juga kita duga menusuk perutnya sendiri,” kata Kompol I Nyoman Patrem, Kapolsek Mengwi yang dikonfirmasi Kamis (30/3/2017) malam.

Dijelaskannya, kemudian ibu pelaku datang ke kamar untuk mengambil bayinya (red, korban) dan terkejut melihat bayi dalam keadaan bersimbah darah sambil menangis keras.

Oleh orang tua pelaku,   kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Mangusada, Kapal, Badung.

“Bayinya kita rujuk ke RS Sanglah, Denpasar. Bayi diterima di UGD Sanglah pukul 03.00 Wita. Tindakan pada bayi dilakukan adalah operasi pemotongan usus sepanjang 20 cm dengan lebar luka 6 cm. Sedangkan pelaku dirawat di RS Mangusada, Kapal setelah dilakukan tindakan operasi,” ujarnya.

Peristiwa yang membuat heboh warga sekampung ini, menurut analisa sementara pemeriksaan kepolisian lantaran diduga pelaku mengalami depresi.

“Iya kita duga sementara pelaku alami depresi kali ya. Karena pelaku belum bisa diambil keterangannya,” tukasnya.

Ditanya ke mana suami pelaku, Kapolsek menegaskan pelaku baru akan merencanakan pernikahan pada tanggal 3 April 2017 mendatang. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment