Polisi Ngaku Kesulitan Ungkap Kematian Yuni

Yuniati, semasa hidup. bnn/ist

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kepolisian Denpasar Selatan mengaku kesulitan mengungkap kasus pembunuhan wanita cantik asal Malang, Yuniati (24) yang ditemukan tewas di kostannya di Jalan Kutat Lestari No.2G, Denpasar Selatan (Densel), pada Sabtu (18/3/2017) lalu.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Aris Purwanto mengatakan, kesulitan yang dialami oleh pihaknya lantaran belum dikantonginya hasil autopsi dari RSUP Sanglah terkait kematian istri siri dari bandar judi bola Ida Bagus Made Suantara (61).

“Kita masih nunggu hasil otopsi, nanti kan kita cocokkan,” kata Aris Purwanto, Jumat (31/3/2017).

Ditanya kepastian apakah benar, Yuni dibunuh, mantan Kapolsek Kuta Utara ini menegaskan hanya hasil medis yang bisa menyatakan hal demikian.

“Yang boleh menyatakan dugaan dibunuh itu kan hasil medis, kalau kecurigaan itu memang ada,” ujarnya.

Selain itu, misteri kematian wanita yang dulu berprofesi sebagai cewek kafe ini, lantaran pasca ditemukan tewas, saksi suami korban dan tetangga tak langsung menghubungi pihak kepolisian.

Kapolsek mengakui tidak mengetahui secara detail kondisi korban saat ditemukan tewas, apakah memiliki luka di punggung dan kepala selain di kaki sebelah kirinya. Sebab,  pihaknya baru mengecek peristiwa itu, setelah mendapatkan laporan dari suami dan beberapa saksi yang meminta surat izin mengeluarkan jenazah dari RS Sanglah.

“Hasil kasat mata apakah dia punya luka di kepala sepertinya tidak ada, tapi gak tau hasil visum. Karena mayat itu sudah di RS Sanglah, mayat ini sudah ada di RS lho ya bukan di kos. Jadi sudah menjadi mayat ketika di dokter Wara (dokter yang pertama kali memeriksa korban-red), karena kesulitan mengeluarkan mayat, dari pihak beberapa saksi yang tahu korban sudah meninggal, mereka datang minta surat ke polisi untuk mengeluarkan jenazah. Kita tanya kenapa, makanya kita cek,” paparnya.

Pasca menerima laporan tersebut, polisi baru melakukan olah TKP dan hingga saat ini, katanya, sudah tiga kali olah TKP dilakukan namun hasilnya nihil.

“Olah TKP juga kita tidak mengetahui aslinya seperti apa, karena sudah banyak yang masuk dan keluar dari kos itu. Kondisi kamar dari ditemukan sudah berubah,” katanya.

Kamar Yuniati-tempat dia dtemukan tewas

Kamar Yuniati-tempat dia dtemukan tewas

Kemajuan yang didapat oleh pihak kepolisian hanya dari bertambahnya jumlah saksi, dari semula 14 orang bertambah menjadi 20 orang lebih.

“Saksi semula 14, sekarang bertambah jadi 20 lebih itu semua penghuni kos. Mantannya masih belum kita, kita masih selidiki dan beberapa orang teman dekatnya Yuni, laki dan perempuan,” katanya.

Yuni yang memiliki nama beken di media sosial Facebook (FB) Yuni Natalia memiliki keluarga di Malang, namun  Kapolsek mengaku belum diperiksa.

Padahal menurut keterangan saksi Ibu Nenden dan Pak Lukman, tetangga dekat korban, sepulangnya Yuni dari Malang, terjadi perubahan yang sangat drastis mulai dari perilaku korban yang semula periang jadi pemurung.

“Soal itu, kalau itu benar, nanti kita akan tanyakan kita akan BAP keluarga korban yang ada di Malang, kalau itu memang benar. Tunggu dia datang nanti kita periksa,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan uji laboratorium forensik darah korban dengan darah suaminya. Untuk mengetahui apakah cocok atau tidak dengan darah yang ditemukan di TKP.

Ditegaskannya kembali, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait informasi yang masuk, seperti dugaan korban yang memiliki banyak kekasih dan memiliki mantan pacar yang banyak. Selain itu, informasi yang menyebutkan jika suami siri korban memiliki wanita lain, selain istri pertama dan korban, Kapolsek berjanji akan menyelidikinya.

“Nanti kita pasti selidiki kalau memang ada informasi demikian, kita akan kembali lakukan pemeriksaan,” janji Aris Purwanto. (Sid)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment