Tengkorak Tanpa Identitas Diduga Kematiannya 4 Bulan Lalu

Proses identifikasi tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan misterius di Taman Nasional Bali Barat, Jembrana. Foto: bnn/ist.

Jembrana/BaliNewsNetwork-Kepolisian Polres Jembrana terus menggali informasi jati diri tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan misterius di Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Jembrana, Bali, Kamis (16/3/2017) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kapolres Jembrana AKBP Joni Widodo menuturkan, pihaknya telah melakukan proses identifikasi secara maraton di dua Rumah Sakit (RS) di Jembrana. Yang pertama di Puskesmas Gilimanuk. Di Puskesmas Gilimanuk, keterangan para dokter yang melakukan identifikasi sementara menyimpulkan jika jenis kelamin tengkorak tersebut laki-laki. Dan waktu kematian diduga sekitar 4 bulan yang lalu. Sementara di RSUD Jembrana, para tim dokter tidak berani menyimpulkan, sehingga pihaknya pun segera berkoordinasi dengan RSUP Sanglah untuk segera dilakukan proses identifikasi lebih mendalam.

“Kita belum berani menyimpulkan ya mbak, karena keterangan dua RS ini berbeda, karena itu secepatnya kita berkoordinasi dengan RS Sanglah untuk lebih diteliti lagi, dengan di tes DNA-nya,” katanya saat dikonfirmasi Jumat (17/3/2017).

AKBP Joni Widodo menambahkan, terkait jati diri yang bersangkutan, di lokasi tidak ditemukan identitas apapun. Karena itu, pihaknya menghimbau apabila ada keluarga yang merasa kehilangan korban, harap segera melapor ke Polres Jembrana.

“Ya kita berharap secepatnya ada keluarga korban yang melapor karena dia ditemukan tanpa identitas. Dugaan dia dibunuh atau gantung diri itu kita masih dalami ya,” ujarnya.

Senada dengan Kapolres, Kasat Reskrim Polres AKP Yusak juga menghimbau apabila ada keluarga korban yang merasa kehilangan untuk segera melaporkannya ke Polres Jembrana.

“Kita berupaya mencari identitas korban terlebih dahulu dan kita harapkan ada keluarganya yang melapor. Adapun barang-barang yang kita temukan seperti celana jeans, sandal, tas, kaos, pasta gigi, sabuk, dan lain sebagainya itu menjadi petunjuk. Dan kita yang terutama sekarang adalah mengungkap identitas korban terlebih dahulu,” katanya.

Seperti diberitakan, warga Bali kembali digemparkan dengan penemuan tengkorak dan tulang manusia, di kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Kamis (16/3/2017) sekitar pukul 17.00 Wita (sebelumnya ditulis 20.00 Wita-red).

Informasi yang berhasil dihimpun, penemuan tengkorak dan tulang belulang itu, kali pertama ditemukan oleh Kadek Suartama (28), dan I Putu Anggita Supra Rendra (26), pegawai honor museum Gilimanuk yang tengah mencari telur serangga untuk burung di sebelah selatan SPBU Gilimanuk, kurang lebih berjarak 200 meter dari jalan raya.

Atas temuan itu, keduanya kemudian melaporkannya ke anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Mengingat waktunya sudah malam dan medannya yang sulit untuk dikenali maka petugas melakukan pengecekan pada Jumat (17/3/2017) pukul 06.30 Wita.

Hasilnya, ditemukan baju kaos oblong warna coklat dan celana panjang jeans warna biru yang tergantung pada cabang pohon (baju dan celana panjang dalam keadaan terikat atau simpul-red).

Selain itu, petugas juga menemukan pasta gigi Pepsodent ukuran besar, tiga sikat gigi dalam kodisi terbungkus, satu botol deodorant merk AXE warna hitam, baju kaos warna merah terbungkus plastik (masih baru-red), satu tas jinjing warna hitam, satu topi, sepasang sandal selop warna hitam, tiga buah celana dalam warna abu-abu, satu buah handuk warna putih, satu buah ikat pinggang warna hitam, tengkorak kepala, rahang dengan gigi utuh, tulang iga, lengan, pinggul, kaki (posisi tulang masing-masing berserakan-red). (sid)

Berita terkait:

Bali Digemparkan dengan Temuan Tengkorak dan Tulang Manusia

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment