Penerima PKH NTT Meningkat

Foto: bnn/ist.

Kupang/BaliNewsNetwork-Jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Sebelumnya pada tahun 2016 hanya 26.406 KK. Namun hingga tahun 2017 bertambah menjadi 227.406 KK. Jumlah tersebut tersebar pada 22 kabupaten/kota se NTT.

“Jumlah penerima manfaat PKH di NTT tahun 2016 sebanyak 201.000 keluarga dan tahun 2017 bertambah menjadi 227.406 keluarga,” ujar Willem Foni, Kepala Dinas Sosial NTT di Kupang, kepada wartawan, Kamis (2/3).

Menurut Willem, dana yang disalurkan untuk penerima manfaat PHK pada tahun 2016 sekitar Rp 389 miliar dan tahun ini bertambah menjadi Rp 429 miliar.

Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap per tiga bulan dengan besaran Rp 500.000, per keluarga dan ada pula yang bisa menerima hingga Rp 3.600.000 per tahun.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan bantuan PKH tersebut, pemerintah juga menyediakan tenaga pendamping yang bertugas mendorong dan mengedukasi masyarakat penerima.

“Jumlah pendamping PKH untuk Nusa Tenggara Timur tahun 2017 sebanyak 903 orang yang tersebar di semua kabupaten/kota,” kata Willem.

Jumlah pendamping tersebut ditambah pula dengan koordinator wilayah, koordinator kabupaten, operator, sehingga totalnya mencapai 1.014 orang.

“Pendamping-pendamping kita ini seluruhnya sudah mendapat pelatihan di Yogyakarta pada awal tahun 2017,” tandas Willem.

Tugas penamping yakni mendorong keluarga penerima manfaat agar tidak hanya menerima uang namun bisa bertumbuh secara bertahap untuk menjadi keluarga yang lebih mampu secara ekonomi, sosial, dan kesehatan.

Dia berharap, penerima PKH betul–betul menggunakan kesempatan memperoleh bantuan pemerintah pusat tersebut untuk memperbaiki kualitas hidupnya.

“Meskipun pemerintah memberikan perhatian, tetapi yang sebenarnya yang lebih mampu mendorong untuk memperbaiki kehidupan mereka adalah mereka sendiri,” katanya.

Willem menambahkan, bantuan tersebut penting dimanfaatkan penerima sebagai modal untuk mengembangkan sektor usaha produktif yang dimiliki. (amar ola keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment