Sambil Menangis, Sarah Minta Maaf Kepada Keluarga Korban 

Terdakwa Sarah Connor saat menyampaikan pembelaan pribadinya dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Seas (28/02/2017). bnn/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Selain tim kuasa hukumnya Erwin Siregar, Robert Khuana dan Ketut Ngastwa mengajukan pembelaan, Sarah Connor, terdakwa kasus pembunuhan Wayan Sudarsa yang sebelumnya dituntut 8 tahun penjara oleh Jaksa Kejari Denpasar, juga mengajukan pembelaan sendiri. Dalam pembelaan pribadinya, pertama Sarah meminta maaf dan turut berbelasungkawa terhadap keluarga koban.

Dalam pembelaanya, Sarah dengan tegas mengatakan bahwa memang benar saat kejadian (di pantai depan hotel pullman)  pada 17 Agustus 2016 dia berada di tempat tersebut bersama kekasihnya David James Taylor (terdakwa dalam berkas terpisah). Tapi dia mengatakan tidak pernah menyakiti korban yang diketahui adalah anggota  Polsek Kuta.

“Lihat tubuh saya kecil, apakah saya mampu melukai dia (korban),”ungkap Sarah melalui penerjemahnya.

Sarah sambil menangis Sarah  mengatakan, tidak bersalah dalam kasus ini. Apabila dia bersalah dan berniat untuk melarikan diri, hal itu mudah dilakukan karena dia memiliki pasport Italia dengan nama belakang yang berbeda.

“Saya bisa saja melarikan diri dengan mudah menggonakan paspor Italia yang sama miliki,” terangnya.

Sarah juga mengatakan, membakar pakaian yang digunakan saat kejadian bukanlah untuk mengihilangkan barang bukti.

“Tapi saya shock, mohon majelis hakim pertimbangan ini,” katanya.

Dalam pembelaanya, Sarah juga menyebut sempat menghentikan tukang ojek untuk membawanya ke kantor polisi.

“Andai saja ojek itu mau mengantar saya ke kantor polisi, tentu kondisinya akan berbeda. Saya memiliki niat baik,” sebutnya.

Dia juga menyebut bahwa dirinya adalah orang dengan karakter yang baik, serta tidak miliki catatan kriminal.

“Saya dikenal orang sebagai orang yang selalu mensuport orang lain,” akunya

Di akhir pembelaannya, Sarah mengatakan siap bertanggungjawab apa bila ini sudah merupakan kehendak Tuhan.

“Saya harap Tuhan memberi jalan yang terbaik buat saya. Saya menyesali atas kesalahan yang tidak saya sengaja. Dengan rendah hati saya memohon kepada majelis hakim, dan saya bertermakasih kepada hakim juga jaksa yang sudah mendengarkan apa yang saya katakan ini. Saya yakin majelis memberikan keputusan yang adil buat saya,” pungkas.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment