Kasus Pembobolan Brankas, Penjabat Bupati: Itu Kealpaan dan Kelalaian Bendahara

Emanuel Kara, SH, Penjabat Bupati Flores Timur. bnn/emnir

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-Kasus pembobolan dua brankas milik  Dinas Kesehatan Flores Timur pada Kamis (26/1)  silam masih ditangani Polres Flores Timur. Peristiwa yang mengakibatkan hilangnya uang senilai  Rp 456.000.000 tersebut masih belum terang.

Konsentrasi tim penyidik  yang sebelumnya  fokus pada  dugaan orang dalam kantor,  kini berubah arah dengan mengintensifkan pengembangan pada pihak luar OPD yang belum memiliki pimpinan definitif itu.

Walau sedang dalam penanganan pihak Polres Flotim, namun Penjabat Bupati Flotim Emanuel Kara,SH yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (28/2) secara tegas mengatakan  musibah tersebut terjadi karena dipicu oleh faktor kealpaan dan kelalaian dari sang bendahara utama dinas tersebut.

Bahkan tanpa tending aling-aling, Eman Kara menegaskan bendahara harus mempertanggungjawabkan kehilangan itu. Salah satu bentuk pertanggungjawaban Willy Wato Kolah-sang bendahara-bila dimungkinkan oleh regulasi menurut Penjabat Bupati tersebut adalah menyatakan kesediaannya bahwa kehilangan tersebut menjadi tanggungjawab dirinya.

Hal itu  penting  menuju proses administrasi lanjutan  sebagaimana proses normal admnistrasi keuangan pasca penggunaan uang persedian.

“Sistem keuangan kita adalah uang ganti uang. Kan harus di SPJ-kan. Lantas kalau uang riilnya telah hilang, lantas seperti apa pertanggungjawaban sang bendahara itu? Terus bagaimana kelanjutan pembiayaan kegiatan dinas yang telah diprogramkan? Saya telah berkoordinasi dengan pihak Inspektorat Daerah (Irda) dan TAPD untuk membahas hal ini, dan bila dimungkinkan oleh regulasi maka satu-satunya cara adalah  melalui Surat Pertanggungjawaban Mutlak dari Bendahara Utama itu. Isi Surat Pertanggungjawaban Mutlak itu adalah bahwa kehilangan tersebut menjadi tanggungjawabnya.” tegas Eman Kara. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment