Kasus Teror Hancurkan Kantor KPU Flotim, Penyidik Siap Panggil Oknum Anggota DPRD

Agus Helan (kameja putih) dengan Sabinus (baju kaos itam) di ruangan Krimsus Polres Flotim. Foto: bnn/emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork- Polres Flotim kian intensif melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga turut terlibat dalam penyebaran ancaman menghancurkan kantor KPU Flores Timur dan menuding Ketua KPU Ernesta Katana telah dibayar melalui facebook oleh Sabinus Lewotapo (18) melalui Akjaz Waiwadan. Sudah ada 5 saksi yang dipanggil penyidik Polres Flotim untuk memberikan keterangan. Sementara Oknum Anggota DPRD Flotim, PF asal Partai Demokrat itu pun tetap akan dipanggil penyidik.

Kapolres Flotim AKBP Yandri Irshan, SH.S.I.K, M.Si yang dikonfirmasi di areal ruangan Krimsus Polres Flotim, Senin (27/2) mengungkapkan pihaknya telah menetapkan 1 tersangka yaitu si pemilik akun Akjaz Waiwadan dan telah memeriksa 5 saksi. Sedangkan terkait pemeriksaan oknum anggota DPRD Flotim Fraksi Demokrat PF tersebut, Kapolres Flotim secara tegas menandaskan pihaknya tetap akan memanggil yang bersangkutan.

“Kami tidak pandang bulu, kami tetap memanggil oknum anggota DPRD tersebut untuk memberi keterangan setelah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan tentang keterlibatan diri oknum anggota dewan tersebut. Ini soal waktu. Penyidik masih mendalami kasus ini, dan pasti yang bersangkutan tetap kita mintai keterangannya,” tandas AKBP Yandri Irshan seraya menambahkan ada peluang bertambahnya tersangka.

Ibunda Sabinus, Elisabet Ritan ketika sedang dimintai keterangan. Foto: bnn/emnir.

Ibunda Sabinus, Elisabet Ritan, ketika sedang dimabil keterangan.Foto: bnn/emnir.

Dikonfirmasi secara terpisah Kasat Reskrim Polres Flotim, Iptu I Nengah Lantika, diruang kerjanya telah menargetkan pemanggilan PF, anggota DPRD dari Partai Demokrat itu akan terjadi dalam minggu ini. “Yah, untuk membuat terang kasus ini, oknum anggota DPRD tersebut tetap kita panggil. Kami targetkan dalam minggu ini,” tegas I Nengah Lantika.

Sebagaimana yang disaksikan balinewsnetwork.com, di beberapa ruangan penyidik, para penyidik sedang memeriksa Agus Helan dan anaknya Yandri, Dus Leyn, ibunda Sabinus, Elisabet Ritan serta adik Sabinus.

Dus Leyn yang ditemuai usai pemeriksaan tersebut mengaku tidak mengetahui apa isi pembicaraan antara Agus Helan dan Sabinus ketika mampir ke rumahnya.

“Benar, watu itu mereka sempat singgah di rumah saya, namun saya sibuk pecahkan batu. Entah apa yang mereka bicarakan, saya tidak tahu. Orang-orang di Waiwadan kaget, masalah ini ada kaitannya dengan saya sebab selama ini mereka kenal saya tidak pernah buat masalah,” ungkapnya penuh kesal kalau dirinya pun dibawa dalam urusan yang tidak diketahuinya itu.

Sementara itu di ruangan besuk sel Polres Flotim, kedua orang tua Sabinus si pemilik akun Akjaz Waiwadan ditemani kakak dan sanak keluarga lainnya dengan ekspresi sedih mengunjungi Sabinus Lewotapo. Sesekali Sabinus mendapat panggilan penyidik untuk dimintai keterangan. (emnir)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment