Bidan Pelaku Aborsi Masih Saja Divonis Ringan, Ini Reaksi Kejari Kupang

Foto: balinewsnetwork/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork- Masih ingat dengan kasus aborsi ilegal yang dilakukan Bidan Dewi S. Bahren? Kasus ini sempat menyita perhatian publik. Pasalnya, selain pelakunya seorang bidan dan anggota IBI Kota Kupang, vonis terhadap pelaku aborsi ilegal ini pun sangat ringan.

Pelaku Bidan Dewi hanya divonis 3 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan pada Selasa (27/8) silam. Ironisnya, vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa 9 tahun penjara dan denda Rp 100 juta  subsider.

Baca: Terdakwa Bidan Dewi Pelaku Aborsi Ilegal Dituntut 9 Tahun Penjara

Vonis ringan itu membuat JPU Kejari Kupang memilih mengajukan banding. Lantas, bagaimana hasil putusan banding di Pengadilan Tinggi Kupang?

Kasi Pidum Kejari Kota Kupang, Ihsan Asri mengatakan, sudah menerima salinan putusan banding majelis hakim PT.Kupang.

“Kita sudah terima salinan putusan majelis hakim PT. Kupang dengan nomor putusan 128/PID.SUS/2016/PTK tanggal 30 Januari 2016. Dan berdasarkan putusan majelis hakim PT. Kupang justru menguatkan vonis PN Klas 1A Kupang dengan menghukum Bidan Dewi Sulita Bahren dengan pidana penjara selama 3 bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan,” ujar Ihsan kepada wartawan, Rabu (22/2).

Menurut Ihsan, berdasarkan putusan itu, pihaknya sudah menyatakan upaya hukum kasasi ke Mahkamag Agung (MA).

“Kita sudah nyatakan upaya hukum banding ke PN Klas 1A Kupang setelah menerima putusan banding PT. Kupang. Selanjutnya, kita tinggal menunggu putusan kasasi dari MA,” pungkas Ihsan Asri.

Untuk diketahui, Bidan Dewi S. Bahren dijadikan tersangka terkait kasus aborsi yang dilakukan secara paksa terhadap Nuraini Nurdin alias Narsi (23) warga Perumnas, Kelurahan Nefonaek Kecamatan Kota Lama Kota Kupang. Dewi ditahan sejak Kamis 21 Januari 2016 lalu sekitar pukul 23.00 Wita.

Saat itu, usia kandungan Narsi selaku korban baru berusia lima bulan. Janin yang dikandung Narsi digugurkan secara paksa di klinik bersalin milik bidan Dewi S. Bahren yang beralamat di Kelurahan Bonipoi, Kelurahan Kota Raja, Kota Kupang.

Di TKP, polisi mendapatkan Siti Nuraini Nurdin alias Narsi sedang sakit. Sakitnya itu diduga akibat melakukan aborsi secara paksa dibantu bidan Dewi S. Bahren. Dari keterangan Siti Nuraini Nurdin alias Narsi, janin yang sudah digugurkan itu dikuburkan di salah satu tempat praktek bidan Dewi S. Bahren di wilayah Kelurahan Pasir Panjang.

Tim identifikasi Polres Kupang Kota lalu melakukan penggalian janin yang dikuburkan di belakang klinik bersalin.

“Janin di bungkus dengan kain putih. Selanjutnya, janin itu lalu kita bawa ke RSUD Prof. DR. WZ Johanes Kupang untuk di lakukan autopsi. Dua orang yang juga membantu menggugurkan janin yang dikandung Siti Nuraini Nurdin alias Narsi yakni Sura dan Ramli sekaligus pegawai di klinik bersalin juga sudah kita amankan,” tegas Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto.

Untuk menggugurkan kandungan, Siti Nuraini Nurdin  membayar Rp 10 juta. (amar ola keda)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment