Kejari Ende Pulbaket Dugaan Penyalahgunaan Dana Hiba PMI

Max Jeferson Mokola, Kasi Pidsus Kejari Ende. bnn/dok

Ende/BaliNewsNetwork-Dugaan penyelewengan dana hibah pada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ende seperti dimuat Bali News Network, Kamis (09/2) langsung direspos positif oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende. Hari ini, Jumat (10/2) penyidik Kejari Ende mulai melakukan pengumpulam bahan dan keterangan (Pulbaket) terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana hibah pada  PMI Ende tahun 2015/2016.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi PidSus) Kejaksaan Negeri Ende Max Jeferson Mokola kepada Bali News Network di kantornya, Jumat (10/2) mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan Pulbaket dana hibah pada PMI Ende  dengan meminta keterangan dan data dari Bendahara Hibah pada Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKAD) Kabupaten Ende.

Sebagai langkah awal penyelidikan, lanjut Max,  pihaknya meminta bendahara PMI Ende menyerahkan laporan pertangungjawaban penggunan dana hibah PMI tersebut.

“Dari data laporan pengurus PMI disandingkan dengan keterangan Koordinator Unit Transfusi Darah (UTD) akan diketahui dugaan penyalahgunaan dana hibah tersebut,” kata Max.

Dia melanjutkan, jika pernyataan Koordinator UTD Maria Ida benar seperti yang di muat Bali News Network maka akan sangat muda bagi penyidik Kejaksaan Ende untuk melakukan penyelidikan karena ketarangan sudah sangat berbeda.

Sementara Praktisi Hukum Oce Prambasa kepada BaliNewsNetwork memberikan apresiasi luar biasa kepada Kejaksaan Negeri Ende  yang begitu tanggap terhadap keluhan Koordinator UTD yang berani mengugkap boroknya penggunaan dana hibah di PMI Kabupaten Ende.

Oce  menyayangkan di zaman yang sangat transparan ini masih ada pejabat yang tidak takut menggunakan uang yang tidak sesuai dengan rencana kegiatan PMI sendiri.

Oce juga meminta Kejaksaan Negeri Ende   terlebih dahulu menuntaskan  beberapa kasus dugaan korupsi yang saat ini masih mengendap di tangan penyidik Kejari Ende. Seperti dugaan penyalahgunaan dana swakelo senilai Rp 50 Juta  oleh bendahara Dinas PU Ende, Ema Lobo dan Sekretaris Dinas PU Saat itu Frans Lewang; dan juga kasus dugaan korupsi Dana Desa Rangalaka dan Pembangunan Central UKM Dinas Koperasi Kabupaten Ende.

“Siapapun yang  melakukan tindak pidana korupsi mesti diberantas, jangan sampai dibiarkan karena yang bersangkutan bisa melakukan kembali perbuatan yang sama dann merugikan masyarakat Endem,” pungask Oce. (dedi wolo)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment