Gelombang Capai 4 Meter, Pelabuhan di Selatan Bali Tutup Sementara

Ilustrasi gelombang tinggi. Foto: balinewsnetwork/ist.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Beberapa titik jalur pelayaran dari pulau Lombok ke Bali ataupun sebaliknya diatensi khusus oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pemenang.

Atensi ini dilakukan dengan menutup total aktivitas pelayaran di beberapa pelabuhan di Bali karena ancaman gelombang tinggi yang mencapai 4 meter terjadi selama 3 hari ke depan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pemenang Maqhi menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait penutupan aktivitas pelayaran pada tanggal 6 Februari 2017, dan menurutnya surat edaran itu masih berlaku hingga beberapa hari ke depan.

“Kita meminta agar seluruh aktivitas pelabuhan ditutup karena gelombang tinggi yang menerjang perairan Bali. Kondisi ini sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan keselamatan orang dan barang. Maka kita tutup semua pelayaran,” ujarnya, dikonfirmasi di Denpasar, Rabu (8/2/2017).

Gelombang tinggi tersebut akan terjadi mulai dari wilayah Bali selatan, timur, hingga selat Lombok. Menurutnya, kondisi cuaca ini sangat berbahaya bagi pelayaran.

Untuk Bali, penutupan aktivitas pelayaran terjadi di lintasan Pemenang-Gili Matra-Padangbai Amed, Nusa Penida, Nusa Lembongan, Serangan, Pelabuhan Benoa, dan beberapa pelabuhan kecil lainnya seperti Sanur, Kusamba.

“Kami sampaikan kepada pemilik, operator kapal penumpang dan barang untuk tidak berlayar sampai ada pemberitahuan atau edaran selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Gunawan Taufik membenarkan terjadi gelombang tinggi pada perairan wilayah Bali. Gelombang tinggi itu adalah akibat terjadi tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat Australia sehingga dampaknya sampai di perairan Bali.

“Wilayah perairan Bali bagian selatan semuanya terjadi gelombang tinggi hingga 4 meter. Sangat tidak dianjurkan untuk aktivitas pelayaran. Kita sudah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan agar menututp sementara pelabuhan,” ujarnya seraya menegaskan kondisi jika wilayah Selatan Bali gelombang mencapai 4 meter.

“Kondisi ini menyebar hingga ke perairan Bali bagian timur hingga Selat Lombok, kita sudah berikan peringatan dini ke otoritas pelabuhan dan mungkin otoritas pelabuhan sudah menutup aktivitas pelayaran,” imbuhnya.

Karena kondisi ini masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan, kita akan sampaikan jika kondisinya sudah normal.

“Nelayan juga kita sudah himbau agar tidak melakukan aktivitas melaut sampai kondisi gelombang laut normal kembali,” pungkasnya. (sid)

Editor: Ni Ketut Budiantari

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment