Jalan Masuk Putus, Dermaga Ferry Geliting Ambruk Diterjang Gelombang

Kondisi jalan masuk pelabuhan fery Geliting. bnn/yunusatabara

Maumere/BalinewsNetwork-Dermaga ferry Geliting milik PT ASDP Kupang yang baru diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan pada bulan Mei 2015 dan pelayaran perdana yang diterima oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya, itu ambruk diterjang gelombang pasang, Jumat (6/2/2017) malam.

Selain ambruknya jembatan tempat sandar kapal ferry tersebut juga jalan masuk ke areal pelabuhan ferry  yang dibangun dua jalur, satu jalur di antaranya  putus total diterjang gelombang pasang.

Kondisi ini sangat menggangu aktivitas di Pelabuhan tersebut. Dermaga ferry tersebut patah dan hanyut ke laut. Sedangkan yang tersisa kondisinya sudah miring sehingga menyulitkan kapal untuk sandar. Selain itu, pada beberapa bagian bagianjuga retak-retak.

Pelabuhan Fery Geliting, Sikka

Pelabuhan Fery Geliting, Sikka

Berdasarkan penuturan warga sekitar, pembangunan awal dermaga tersebut sempat tersendat namun berhasil diselesaikan oleh rekanan yang mengerjakan pada tahun 2015. Pembangunan dermaga ferry yang menelan dana sekitar Rp 30 miliar itu, diduga “gagal” konstruksi, karena usianya belum setahun tetapi sudah ambruk diterjang gelombang pasang.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka Wilhelmus Sirilus yang memantau langsung kondisi dermaga tersebut Selasa (7/2/2017) siang kepada awak media mengatakan, setelah  mendapat laporan warga ambruknya dermaga ferry Geliting, pihaknya langsung memantau kondisi tersebut dan melaporkan kepada Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Balai Sungai dan Kementrian Perhubungan RI di Jakarta.

“Setelah mendapat informasi saya langsung turun pantau langsung, setelah itu saya langsung laporkan kepada Dinas Perhubungan Provinsi, Balai Sungai II di Kupang dan menyampaikan secara lisan kepada pihak kementrian di Jakarta,” kata Wilhelmus Sirilus.

Dalam laporan itu lanjut Kadis Perhubungan kabupaten Sikka, pihaknya meminta kepada Dinas Perhubungan Provinsi NTT untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani ambruknya dermaga tersebut. Selain itu memperlancar arus transportasi dan mengantisipasi semakin banyaknya tingkat kerusakan yang terjadi.

Herry Ngiso, salah seorang staf Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi NTT yang jug turut memantau langsung kondisi ambruknya dermaga ferry Geliting membantah bahwa pembangunan dermaga tersebut “gagal” konstruksi. Hal itu karena pembangunan itu sudah selesai dikerjakan dan sudah dimanfaatkan dalam pelayaran Kapal Ferry Uma Kalada selama kurang lebih satu tahun.

“Kalau gagal konstruksi saya bantah bahwa itu tidak benar. Karena pembangunan selesai dan tidak ada masalah, apalagi sudah dipake hamper satu tahun. Ini murni karena cuaca ekstrem dan kondisi ini menyeluruh,” kata Herry Ngiso yang dibenarkan rekannya Santo.

Disebutan, Dinas Perhubungan Provinsi mengutus staf ke Maumere untuk memantau langsung kondisi pelabuhan yang ambruk dan selanjutnya untuk dibuatkan laporan ke kementriuan Perhubungan RI di Jakarta. Hal itu agar kerusakan yang terjadi bisa dianggarkan kembali oleh Dinas Perhubungan Provinsi pada tahun anggaran mendatang. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Berita Terkait:

Angin Kencang Terbangkan Atapm Puluhan Sekolah dan Rumah

Dua Rumah Hanyut Dibawa Gelombang Laut

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment