Jalan Terancam Putus, KBM MIS Al-Fatah Nangahale Terganggu

Kondisi jalan di depan MIS Al-Fatah Nangahale. bnn/yunusatabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Tingginya gelombang pasang memporakporandakan kawasan pesisir pantai utara Kabupaten Sikka. Abrasi menghancurkan tembok penahan gelombang dan memutuskan jalan raya di Nangahale, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Akibatnya, MIS Al-Fatah Nangahale  tergenang air laut dan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu.

Kondisi tembok penahan gelombang yang dibangun puluhan tahun silam ambruk diterjang gelombang. Selain itu jalan aspal persis di depan SD Mis Al-Fatah Nangahale putus dan air menggenangi sekolah tersebut. Selain mengganggu KBM juga abrasi mengancam bangunan sekolah.

Arman (40) salah sorang guru yang ditemui BNN di Nangahale mengatakan ambruknya tembok penahan dan jalan putus membuat para guru dan siswa sangat terganggu, apalagi  air laut masuk sampai di beberapa ruang kelas. Hal itu membuat pihak sekolah harus pulangkan siswa sebelum jam pelajaran berakhir

“Kalau saat pasang tertinggi  air masuk di halaman sekolah, terpaksa kita pulangkan siswa sebelum jam pelajaran selesai. Ini sangat mengganggu KBM,” kata Arman

Jalan raya di depan MIS Al-Fatah Nangahale. bnn/yunusatabara

Jalan raya di depan MIS Al-Fatah Nangahale. bnn/yunusatabara

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olaharaga, Kabupaten Sikka, Simon Subsidi kepada BNN mengatakan  belum mendapat laporan dari pihak  MIS Al-Fatah Nangahale, terkait sekolah itu tergenang air saat terjadi gelombang pasang. Kendati demikian  Subsidi berjanji  akan segera mengunjungi sekolah tersebut untuk melihat kondisi yang terjadi.

“Sampai saat ini kami belum terima laporan lisan ataupun tertulis. Ini masalah sehingga tidak perlu tunggu laporan, saya akan turun ke sekolah itu untuk melihat kondisi yang terjadi,” kata Subsidi

Secara terpisah Sekretaris Komisi III DPRD Sikka, Sunardin mengatakan ancaman bencana terhadap MIS Al-Fatah ini  akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Menurut Sunardin kondisi ini sudah masuk dalam kategori tanggap darurat, karena selain Mis Nangale juga banyak korban materi di sepanjang pantai utara Kabupaten Sikka

“Kalaupun pemerintah tidak bisa menganggarkan, maka saya akan masukan wilayah itu dalam anggaran pokok pikiran (Pokir) saya sebagai DPRD,” kata Sunardin. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment