Gelombang Mengganas, Puluhan Rumah di Pantura Sikka Terancam Ambruk

Gelombang tinggi memporakporanda pantai utara Sikka. bnn/yunusatabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Dalam sepekan terakhir gelombang laut mengganas mencapai 3-4 meter di  Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Sikka. Puluhan rumah warga yang terletak di daerah pesisir pantai mulai dari Ndete, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda hingga Wailamung, Desa Wailamung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka terancam ambruk.

GELOMBANG SIKKA-5Pantauan BNN Sabtu (4/2/2017) dari Ndete,  hingga Nangahale Desa Nagahale, selain ratusan rumah warga yang terancam, ratusan pohon kelapa dan tanaman perdagangan lainnya milik warga sudah tumbang diterjang gelombang laut.  Akibatnya puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi di tentangga yang rumahnya lebih aman dari terjangan gelombang.

Warga Wuring Ujung, di RT 44 RW 9 Kelurahan Wolomarang, Ahmad Lamong kepada BNN mengatakan,  gelombang pasang yang terjadi Jumat (3/2/2017) mengakibatkan 20 rumah di wilayah itu terancam ambruk. Puluhan Kepala Keluarga (KK) itu mengungsi di tetangga yang rumahnya relatif aman.

GELOMBANG SIKKA-OKK“Ada 20 rumah yang sudah ditinggal oleh penghuninya. Mereka pindah ke tetangga. Rumah yang mau ambruk kami terpaksa ikat gandeng dengan rumah tetangga yang tidak kena gelombang. Kalau kami tidak ikat, sudah hanyut dibawa gelombang laut,” kata Ahmad Lamong.

Hal senada di katakan Moat Dosi, warga Lokaria Desa Habi, Kecamatan Kangae. Dikatakan,  selain puluhan pohon kelapa miliknya tumbang dan hanyut dibawa gelombang laut, juga sebagai perahu motor berkapasitas 16 GT pecah bagi dua dihantam gelombang laut yang terjadi Jumat malam.

GELOMBANG SIKKA“Perahu motor saya sudah kasih naik di darat kurang lebih 10 meter dari pasang tertinggi. Tadi pagi saya datang sudah patah bagi dua dan sebagaiannya sudah hanyut ke laut, yang ada sisa mesin dan sepotong bodi perahu,” kata  Dosi sambil menunjuk ke arah bangkai perahunya.

Menurutnya di wilayah Lakoria tersebut terdapat beberapa bangunan pemukiman warga yang terancam ambruk diterjang gelombang. Selain pemukiman warga yang terancam puluhan pohon kelapa hanyut terbawa gelombang laut.

Kondisi yang sama terjadi di RT 10, RT 13, RT 14 dan RT 15 Dusun Waipare A, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae. Puluhan rumah yang ada di sepanjang pesisir pantai itu terancam ambruk. Bahkan dua unit rumah sudah ambruk diterjang gelombang. Pemilik rumah yang terancam ambruk terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Hal yang sama terjadi di Krokowolon, Desa Namang Kewa, Kecamatan Kewapante. Selain jalan masuk pelabuhan Ferry milik PT ASDP Kupang yang terancam putus, juga beberapa unit rumah warga terancam ambruk.

GELOMBANG SIKKA-6Di saksikan BNN rumah milik warga bernama Rahman,  terpaksa ditinggal penghuninya karena bagian belakang rumah itu sudah retak dan air laut masuk dalam rumah. di Nagahale, Kecamatan Talibura, juga begitu. Jalan raya  di pesisir pantai itu putus diterjang gelombang laut. Sebauh sekolah, SD MIS yang ada di wilayah tersebut terancam abrasi. Pantauan BNN Sabtu (4/2/2017) malam, air masuk sampai ke ruang kelas 1 dan kelas 2 serta ruang guru.

Salah seorang anggota DPRD Sikka Faustino Vasco yang berhasil duhubngi BNN, meminta pemerintah segera memberlakukan tanggap darurat bencana abrasi. Hal tersebut agar pemerintah segera mengalokasikan Dana Siap Pake (DSP) untuk menanggulangi ancaman yang dihadapi oleh masyarakat di sepanjang pesisir pantai utara Kabupaten Sikka.

GELOMBANG SIKKA-4“Pemerintah harus berlakukan tanggap darurat. Ini korban materi sudah banyak, rumah rubuh, tanaman  hanyut bahkan perahu motor nelayan hancur. Jangan tunggu korban jiwa dulu baru pemerintah berlakukan tanggap darurat,” tegas Vasco. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

Berita Terakit:

Jembatan Nangahale Ambruk Diterjang Gelombang

Abrasi Mengganas, Puluhan Meter Tanah Susilowati Jadi Lautan

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment